Pemkab Bandung Jamin Tak Akan Ada Pasar Tradisional Tutup

Pemkab Bandung Jamin Tak Akan Ada Pasar Tradisional Tutup
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Pemerintah Kabupaten Bandung memberikan jaminan kepada para pedagang pasar tradisional, jika ditemukan kasus positif virus corona disuatu pasar tidak akan dilakukan penutupan. Penutupan hanya dilakukan di tempat atau toko tempat ditemukannya virus corona.

Kadisperindag Kabupaten Bandung Popi Hopipah mengatakan, pihaknya tidak akan melakukan penutupan pasar jika ditemukan adanya kasus positif virus corona.  Disperindag hanya akan melakukan sterilisasi dan penutupan toko atau lapak pedagang yang dinyatakan positif saja. Sedangkan orangnya akan diminta untuk melakukan isolasi diri ataupun dirujuk ke rumah sakit khusus penanganan Covid-19 untuk menjalani perawatan.

"Kami pastikan pasar tidak akan ditutup jika ditemukan kasus positif. Kami hanya akan menutup toko atau lapak milik pedagang yang positif saja untuk disterilkan. Hal ini kami lakukan agar kenyamanan dan perekonomian masyarakat di pasar terjaga," kata Popi usai pelaksanaan rapid tes terhadap para pedagang Pasar Soreang, Kamis (18/6/2020).

Dia menyebutkan, Pemerintahan Kabupaten Bandung akan terus melakukan rapid test di sejumlah pasar di Kabupaten Bandung. Pekan depan, rapid test rencananya akan dilakukan di Pasar Pangalengan.

"Pasar-pasar kecil yang ada di desa-desa juga akan kami rapid test. Karena skala kecil, nanti tim akan dibagi. Agar pelaksanaan tes bisa cepat," ujarnya.

Popi menjelaskan, rapid tes di pasar pasar tradisional ini merupakan instruksi Bupati Bandung Dadang M Naser.

"Bupati sempat janji untuk melakukan pencarian kasus secepat-cepatnya. Salah satu lokasi untuk pencarian kasus yaitu adalah pasar," ujarnya.

Popi melanjutkan, pasar disinyalir menjadi lokasi penyebaran Covid-19. Sebab, pasar merupakan salah satu lokasi interaksi sosial yang melibatkan banyak orang dengan pola berkerumun.

Dia mengakui, hingga saat ini setidaknya Disperindag Kabupaten Bandung sudah melakukan rapid test di lima pasar yang ada di Kabupaten Bandung. Dari kelima pasar itu setidaknya 950 pedagang pasar telah menjalani rapid test.

"Sebelum di Soreang kami sudah melakukan rapid test di Pasar Majalaya, Baleendah, Banjaran. Kemarin baru saja kami lakukan di Pasar Ciwidey," katanya.

Popi menambahkan, selama rapid test memang ada sejumlah pedagang yang hasilnya reaktif. Namun, saat ditindaklanjuti dengan tes usap atau swab test, hasilnya tidak ada pedagang yang positif.

"Disini juga sudah ada hasil. Asa beberapa yang reaktif. Angkanya belum dilaporkan. Tapi kami berharap nanti setelah diswab, hasilnya negatif," ujarnya.

Popi menyatakan, seluruh pedagang pasar sangat antusias menyambut pelaksanaan rapid test yang diadakan Pemkab Bandung itu secara gratis. Hal ini dikarenakan tidak adanya penolakan dari pedagang pasar.

"Alhamdulillah semua welcome. Bahkan ada sanksi bagi pedagang yang tidak bermasker langsung kami swab. Dan pedagang itu menerima saja. Tidak menolak," katanya. (Dani R Nugraha)