Petinggi Sunda Empire Terancam 10 Tahun Penjara

Petinggi Sunda Empire Terancam 10 Tahun Penjara
Foto: Ahmad Sayuti

INILAH, Bandung - Tiga petinggi Sunda Empire terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara sebagaimana dalam dakwaan kesatu pasal 14 ayat (1) UU No 1 Tahun 1946. Ketiganya, yakni Nasri Banks, Rd Ratnaningrum, dan Ki Ageng Ranggasasana.

Hal itu terungkap dalam sidang dakwaan kasus dugaan penyebaran berita bohong Sunda Empire di Pengadilan Negeri (PN) Klas IA Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Kamis (18/6/2020). Sidang yang dipimpin T Beny eko Supriadi berlangsung dengan sistem video conference (vicon).

Dalam dakwaannya, JPU Kejati Jabar Suharja menyatakan, bahwa terdakwa satu Nasri Banks dengan terdakwa dua Rd Ratnaningrum dan Ki Ageng Ranggasasana telah melakukan, yang menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan perbuatan dengan menyebarkan berita atau pemberitaan bohong dengan sengaja, yakni menerbitkan kebohongan di kalangan rakyat tentang adanya kerajaan Sunda Empire.

"Akibatnya telah menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat Sunda, karena telah mengotori dan mengusik keharmonisan masyarakat, khususnya masyarakat Sunda," katanya.

Kemunculan Sunda Empire berawal saat terdakwa Nasri Banks pada 2003, membaca sejarah yang tidak benar sumbernya mengenai Sunda Empire, dan mengklaim jika istrinya terdakwa Rd Ratnaningrum merupakan keturunan Alexander The Great.

"Kemudian terdakwa Nasri Banks mengaku kedatangan Mr Jhonson membawa sertifikat Deposit dari Of Source Atlantik Bank senilai dua miliar US Dollar," katanya.

Jaksa menyatakan bahwa berdasarkan keterangan dari para terdakwa, kekaisaran Sunda Empire ini didirikan oleh Alexander The Great yang mana berdasarkan pengakuan terdakwa, Raden Ratna Ningrum merupakan keturunan atau penerus dari Alexander The Great yang memiliki kekuasaan seluruh dunia.

"PBB, Nato, Pentagon dan World Bank didirikan oleh Kaisar Sunda Empire di Gedung Isola Bandung merupakan berita bohong karena tidak sesuai dengan fakta sejarah," ujarnya.

Jaksa juga menyatakan kelompok Sunda Empire kerap menggelar beragam acara pada tahun 2019. Beberapa kegiatan yang dilakukan di Bandung itu direkam dan diunggah ke media sosial Sunda Empire dengan nama Alliance Press International dan disebarluaskan.

Bahkan, penyebaran berita bohong tentang Sunda Empire juga tersebar di media sosial yu tube yang akhirnya menimbulkan keonaran dan kekhawatiran di masyarakat khususnya masyarakat Sunda.

"Dimana video Sunda Empire sempat viral, dan ditonton masyarakat luas pengguna media sosial. Dimana dalam video tersebut Nasri Banks dan Ranggasasana sedang Pidato mengenai Sunda Empire yang akan menguasai tatanan dunia," ujarnya.

Akibat menyebarnya video tentang Sunda Empire yang belum tentu kebenarannya tersebut telah menimbulkan keoanaran dan kekhawatiran di kalangan masyarakat, khususnya masyarakat Sunda.

Perbuatan para terdakwa dijerat dakwaan akternatif, yakni kesatu Pasal 14 ayat (1) UU No 1 Tahun  1946 Jo pasal 55, pasal 14 ayat (2) Jo Pasal 55, dan ketiga pasal 15 Jo pasal 55, yakni tentang penyebaran berita bohong.

"Ancama  maksimalnya pasal 14 ayat (1) selama 10 tahun penjara," ujarnya.

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa Huda mengaku akan mengajukan eksepsi atau sanggahan terhadap dakwaan yang dibacakan tim jaksa penuntut umum. Mereka pun meminta waktu selama dua pekan untuk menyiapkannya.

"Selain eksepsi, kami juga mohon penangguhan penahanan karena (Ki Ageng Ranggasasana) dalam kondisi memprihatinkan kesehatannya. Bahkan sampai muntah darah," ujarnya kepada majelis.

Atas permintaan kuasa hukum terdakwa, majelis akan mempertimbangkannya. Sidang pun ditunda dengan agenda eksepsi. (Ahmad Sayuti)