Dexa Award Science Scholarship 2020 Lahirkan Saintis Baru

Dexa Award Science Scholarship 2020 Lahirkan Saintis Baru
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Bambang Brodjonegoro, Ph.D. (istimewa)

INILAH, Jakarta - Pemerintah kini tengah berfokus pada sektor kesehatan. Hal tersebut terbukti dengan menempatkan sektor kesehatan pada salah satu prioritas dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2021.

Langkah tersebut dilakukan guna mendukung sektor kesehatan sebagai prioritas pembangunan. Oleh karenanya, dukungan dari semua pihak sangat dibutuhkan agar target Indonesia mencapai ketahanan nasional di sektor kesehatan dan mendorong kemandirian bangsa dapat terwujud.

Dexa Award Science Scholarship 2020 bertema “Inovasi untuk Bangsa” mendukung dan memperkuat upaya tersebut dengan melahirkan para saintis baru yang memberikan inovasi nyata melalui berbagai potensi dalam negeri.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Bambang Brodjonegoro, Ph.D menyebut, era normal baru menjadi peluang untuk menciptakan riset dan inovasi yang mendukung Indonesia maju dan mandiri terutama di sektor kesehatan.

“Selama masa ini, riset vaksin dan pengobatan Covid-19 yang efektif akan terus kita kembangkan. Di sinilah saintis sebagai harapan bangsa dapat berkontribusi melalui perkembangan riset dan penelitian yang bermanfaat untuk mencapai kemandirian bangsa agar kita tidak terus menerus bergantung pada produk impor,” katanya di acara Virtual Ceremony Dexa Award Science Scholarship 2020 melalui Youtube Channel Official Dexan TV, Rabu (17/6/2020).

Lebih lanjut Bambang menuturkan, di masa yang akan datang, Indonesia akan butuh banyak peneliti, inovator, dan orang-orang yang mau menciptakan solusi untuk tantangan bangsa di masa depan.

“Mari kita gunakan ilmu pengetahuan yang dimiliki untuk berkontribusi bagi negara kita. Anda sebagai penerus bangsa di bidang penelitian, memegang peranan penting untuk mendorong Indonesia menjadi negara maju dan mandiri, terutama di sektor kesehatan. Masa depan bangsa di tangan para generasi muda untuk mencapai Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Sementara itu, Pimpinan Dexa Group, Ferry A. Soetikno, menyampaikan bahwa sains adalah dasar kita bertumbuh. Sulit sekali membayangkan di masa depan tanpa sains dan inovasi. Karena itulah Dexa Award Science Scholarship ini diselenggarakan untuk mendukung peningkatan inovasi di sektor farmasi dan kesehatan.

Khusus di era pandemi Covid-19, lanjut dia, filosofi Dexa Group “Expertise for the Promotion of Health” telah dibuktikan dengan berbagai langkah konkret. Pertama, setiap laboratorium research and development, juga unit produksi Dexa Group terus bekerja mempercepat penemuan dan perbaikan proses.

Kedua, Dexa Group telah memproduksi Hydroxychloroquine, Azithromycin, dan Chloroquine, yang telah didonasikan kepada negara sejak awal April 2020. Yang ketiga, Dexa Group memberikan prioritas pada tindakan-tindakan pencegahan di mana Dexa Group memperbanyak produk Stimuno sebagai fitofarmaka pertama Dexa untuk menjaga sistem imun manusia dan berbagai produk-produk.

“Seperti Lycoxy dan Seloxy yang mengandung kadar vitamin C dan Zinc dalam jumlah tinggi, serta kita tidak melupakan bahwa penyakit-penyakit lain perlu tetap diteliti seperti kormobid onkologi, diabetes, hipertensi, dan sebagainya,” jelasnya.

Ketiga, Dexa Group telah memberikan perhatian kepada setiap para medis, dokter, perawat, di garda terdepan dan menyediakan berbagai macam peralatan dan informasi kedokteran yang mereka butuhkan dalam menangani setiap pasien Covid-19.

Terakhir, yang tidak kalah pentingnya adalah distribusi yang tidak berhenti menjangkau ke banyak rumah sakit, apotek, dan peritel di seluruh Indonesia dan juga di mancanegara, yang mendukung ketersediaan obat penting untuk Covid-19.

Ketua Dewan Juri Dexa Award Science Scholarship 2020 Dr. Raymond Tjandrawinata sekaligus Molecular Pharmacologist Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences Dexa Group mengemukakan adanya Dexa Award Science Scholarship ini Dexa Group mencari calon-calon saintis yang mau berinovasi untuk menemukan obat di masa depan yang dapat digunakan khususnya bermanfaat bagi pasien Covid-19.

“Para saintis dari finalis Dexa Award Science Scholarship tidak berhenti di sini, tetapi harus memberikan kontribusi melalui riset yang dilakukan. Karena Indonesia tidak akan maju tanpa kita melakukan riset di negara kita. Indonesia tidak akan maju kalau kita tidak mempunyai produk-produk yang berasal dari Tanah Air kita. Indonesia tidak akan maju kalau kita hanya suka mengimpor tidak hanya produk kesehatan tetapi juga lainnya, tanpa memproduksi sendiri di dalam negeri kita tidak akan menjadi negara modern,” katanya.

Raymond berharap, saintis Indonesia turut berpartisipasi dalam membangun bangsa dan negara, serta berdedikasi pada profesinya. “Jadi saya harapkan para saintis Indonesia ikut berperan serta membangun negara dan mendedikasikan diri sebagai saintis, industrial, akademis, maupun di mana pun kita berkarya untuk bersama-sama membangun Indonesia,” tegasnya.

Perjalanan Dexa Award Science Scholarship

Menurut Ketua Panitia Dexa Award Science Scholarship 2020 Bapak Sonny Himawan, Dexa Award Science Scholarship diselenggarakan atas gagasan dan ide mulia Founder Dexa Group (Alm.) Letnan Kolonel (Purn) Drs. Rudy Soetikno, Apt.

Semangat pengabdian dan kontribusi beliau di bidang kesehatan ingin ditularkan kepada para generasi penerusnya melalui dukungan untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Hingga saat ini Dexa Award Science Scholarship telah memberikan lebih dari 3.000 beasiswa mulai tingkat pendidikan dasar, akademis profesi Apoteker, hingga jenjang pendidikan tinggi S2 sejak tahun 2009.

Rangkaian program beasiswa S-2 DASS 2020 dimulai dari pengumuman pendaftaran dan pengumpulan proposal yang berlangsung pada 20 Februari 2020 hingga 20 April 2020. Dari program DASS 2020 telah mampu menjaring 1.691 pendaftar yang berasal dari 34 provinsi, 403 kabupaten/kota, dan 378 universitas di seluruh Indonesia.

Adapun pemenang Dexa Award Science Scholarship 2020 yang telah menyisihkan finalis lainnya adalah Yoga Romdoni dari Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Indonesia, Reno Susanto dari Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Riau, dan Joshua Eka Harap dari Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat. (*/agus sn)