Wabup Gun Gun Minta Persyaratan PPDB Dimudahkan

Wabup Gun Gun Minta Persyaratan PPDB Dimudahkan
Wakil Bupati (Wabup) Bandung Gun Gun Gunawan saat monitoring PPDB di SD Percobaan Cileunyi. (istimewa)

INILAH, Soreang - Wakil Bupati (Wabup) Bandung Gun Gun Gunawan meminta, agar orang tua calon peserta didik (cadik) dimudahkan dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

“Ada usulan dari petugas PPDB di lapangan, agar berkas-berkas pendaftaran dibuat lebih simpel lagi. Jangan sampai orang tua direpotkan dengan banyaknya data yang harus diisi. Yang penting persyaratan intinya sudah masuk, nanti kalau sudah diterima baru melengkapi dengan berkas yang diminta pihak sekolah,” ucap Wabup Gun Gun Gunawan saat monitoring PPDB di SD Percobaan Cileunyi, Rabu (17/6/2020).

Sebagai  contoh pada jalur prestasi nonakademik, ia berharap Dinas Pendidikan memiliki database seluruh event perlombaan. “Nantinya database ini dapat diakses sekolah tujuan dengan mudah. Jadi petugas pendaftaran di sekolah bisa langsung klik link-nya,” harap wabup.

Sebelumnya, wabup juga memantau pelaksanaan PPDB di SMPN 1 dan SMPN 3 Rancaekek. “Tanggal 15 hingga 19 Juni merupakan jadwal untuk jalur prestasi, afirmasi dan perpindahan tugas orang tua, sedangkan untuk jalur zonasi akan dibuka mulai tanggal 22 hingga 26 Juni nanti,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Gun Gun melakukan simulasi PPDB jalur zonasi, mulai dari mengantre untuk mendapatkan formulir, sampai pengukuran jarak sekolah dengan rumah. Ia mengimbau para orang tua agar tidak memaksakan, apabila anaknya tidak diterima saat PPDB di sekolah yang dikehendaki.

“Pasti ada yang diterima, ada pula yang tidak. Tergantung kapasitas masing-masing sekolah, kalau sekolah negeri sudah kelebihan daya tampung silakan daftar ke swasta. Jangan memaksakan, nanti kasihan kalau anak dipaksa duduk berdesakan di kelas. Sekolah swasta sama baiknya dengan negeri. Tentunya pihak sekolah swasta, harus terus meningkatkan pelayanan pendidikannya,” imbuh Gun Gun.

Ia pun memperingatkan, agar tidak ada tindakan pencaloan dalam proses PPDB. “Perlu pemahaman dari orang tua dan seluruh masyarakat terkait aturan pada setiap jalur PPDB. Jangan sampai ada praktik percaloan di dalamnya,” pungkasnya. (agus sn)