BI Jabar: Triwulan I 2020, Harga Properti Komersial Anjlok

BI Jabar: Triwulan I 2020, Harga Properti Komersial Anjlok
net

INILAH, Bandung - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jabar merilis Survei Perkembangan Properti Komersial. Pada triwulan I 2020 ini, lembaga bank sentral itu mencatat indeks harga properti komersial (IHPK) secara tahunan mengalami penurunan dibandingkan triwulan sebelumnya.

Kepala KPwBI Jabar Herawanto mengatakan, IHPK pada triwulan I 2020 berada pada level 102,61 atau turun sebesar -0,43% (yoy), menurun dibandingkan triwulan sebelumnya yang naik 0,28% (yoy).

Penurunan harga terjadi di tengah penurunan permintaan dan peningkatan pasokan. Indeks permintaan properti komersial tercatat sebesar 88,23 atau turun -0,36% (yoy). Sementara, indeks pasokan properti komersial tercatat sebesar 88,33 atau naik 0,32% (yoy).

Secara rinci, kenaikan harga properti komersial tertinggi terjadi pada segmen apartemen dan segmen perkantoran sedangkan segmen hotel dan segmen ritel relatif mengalami penurunan.

Kondisi ini juga sejalan dengan penurunan signifikan tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Jawa Barat yaitu dari 58,42% pada Desember 2019 menjadi 28,73% pada Maret 2020.

"Pada segmen ritel, penurunan harga terjadi karena tidak adanya kenaikan harga sewa dan serviced charge pada pusat ritel di Bandung akibat dampak penutupan sementara beberapa pusat ritel di tengah pandemi Covid-19," kata Herawanto, belum lama ini.

Sementara itu, Survei Harga Properti Residensial mengindikasikan harga properti
residensial di Kota Bandung pada triwulan I 2020 sedikit meningkat. Hal tersebut ditunjukkan indeks harga properti residensial (IHPR) sebesar 276,25 atau naik 1,22% (yoy).

Kenaikan IHPR pada triwulan I 2020 terutama terjadi pada tipe rumah kecil dan tipe rumah besar. Sedangkan, tipe rumah menengah relatif tumbuh melambat.

Di tengah kenaikan harga properti residensial pada triwulan I 2020, volume penjualan properti residensial pada seluruh tipe bangunan menurun. Sementara, harga properti residensial diperkirakan masih mengalami kenaikan sebesar 1,60% (yoy) pada triwulan II 2020 ini. (*)