Forum Anak Diharap Jadi Pelopor dalam Pelestarian Lingkungan

Forum Anak Diharap Jadi Pelopor dalam Pelestarian Lingkungan
Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lenny N Rosalin. (antara)

INILAH, Jakarta - Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lenny N Rosalin meminta para pegiat Forum Anak di berbagai tingkatan bisa menjadi pelopor dan pelapor dalam pelestarian lingkungan.

"Pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab semua pihak, termasuk anak-anak. Isu pelestarian lingkungan sebenarnya sudah lama dimulai dan harus diperkuat," kata Lenny dalam seminar daring yang diikuti melalui akun Youtube Forum Anak Nasional di Jakarta, Jumat (19/6/2020).

Lenny mengatakan sebagai pelopor para pegiat Forum Anak harus bisa menjadi contoh dan mengajak teman-teman sebayanya untuk berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan.

Sedangkan peran sebagai pelapor bisa dilakukan dalam hal yang kecil, misalnya melaporkan ke aparat desa atau kelurahan ketika melihat ada sampah menumpuk di sungai. "Laporkan bahwa tumpukan sampah itu kalau hujan bisa menyebabkan banjir. Tidak perlu laporkan hal-hal yang heboh, bisa saja hal-hal kecil sehari-hari," tuturnya.

Lenny mengatakan Forum Anak merupakan wadah partisipasi anak di berbagai bidang yang melalui proses "aku lihat, aku tahu, dan aku akan". Melalui proses tersebut, anak diharapkan mampu berpartisipasi dalam pengelolaan lingkungan hidup dan mengurangi risiko bencana.

Forum Anak dibuat berjenjang pada setiap wilayah yang anggotanya berasal dari berbagai kelompok anak mulai dari tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa/kelurahan. Saat ini, ada 2.098 Forum Anak tingkat desa/kelurahan, 1.284 Forum Anak tingkat kecamatan, 451 Forum Anak tingkat kabupaten/kota, dan 34 Forum Anak tingkat provinsi.

"Sudah ada jutaan anak yang bergabung dengan Forum Anak di setiap tingkatan. Anak adalah masa depan bangsa, generasi penerus yang harus dibekali dengan hal-hal yang positif dalam melangkah lebih lanjut," katanya. (antara)