Cegah Impor Covid 19 ke Kawasan Puncak, Wisatawan 'Disaring' Petugas

Cegah Impor Covid 19 ke Kawasan Puncak, Wisatawan 'Disaring' Petugas
foto: INILAH/Reza Zurifwan
INILAH, Puncak - Banyaknya warga di luar Provinsi Jawa Barat yang berwisata di Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor maupun Kabupaten Cianjur, membuat Pemprov Jawa Barat bersama Pemkab Bogor maupun Pemkab Cianjur mengambil langkah penyaringan demi mengurangi resiko penyebaran wabah virus corona (covid 19).
 
Langkah penyaringan ini berupa pelaksanaan rapid atau swab test kepada  2.000 orang wisatawan di lima titik, dimana 4 titik di Kabupaten Bogor  dan 1 titik lainnya di Kabupaten Cianjur.
 
Kawasan Puncak sendiri menjadi perhatian Pemprov Jawa Barat karena sejak H+2 Idul Fitri sudah dibanjiri wisatawan dari luar Provinsi Jawa Barat seperti DKI Jakarta, Banten maupun provinsi lainnya.
 
"Sesuai arahan atau kebijakan Gubernur Ridwan Kamil, objek wisata yang ada di Provinsi Jawa Barat masih tertutup bagi wisatawan yang berasal dari Jawa Barat demi mencegah terjadinya 'import' wabah covid 19 dari provinsi lain hingga kita melakukan penyaringan berupa pelaksanaan rapid dan swab test," kata Ryan Bayushantika selaku Wakil Kordinator Sub Divisi Pengujian Massal Massal Tim Gugus Tugas Percepatan Penangganan Covid 19 Provinsi Jawa Barat kepada wartawan, Sabtu (20/6).
 
Pria yang juga bertugas sebagai Penanggung Jawab Laboratarium Kesehatan Jawa Barat ini menerangkan apabila ada wisatawan yang reaktif covid 19 maka langsung diswab test PCR.
 
"Sesuai prosedur mereka dirapid test dahulu dan apabila hasilnya reaktif covid 19 maka akan kami swab test PCR, wisatawan tersebut maupun rekan dan keluarganya akan kami pinta balik ke daerah asal untuk mengisolasi diri secara mandiri, lalu kami akan berkordinasi dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penangganan Covid 19 Provinsi wisatawan itu berasal," terangnya.
 
Untuk kesuksesan pelaksanaan rapid dan swab test di Kawasan Puncak, Pemprov Jawa Barat, Pemkab Bogor dan Pemkab Cianjur pun mengerahkan 100 orang personil kesehatannya.
 
"Selain 100 orang personil kesehatan, demi kesuksesan pelaksanaan rapid dan swab test, kami juga dibantu personil Satpol PP dan kepolisian dari Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur," jelas Ryan. (Reza Zurifwan)