358 Warga Negatif Covid-19, Selaawi Sudahi Karantina

358 Warga Negatif Covid-19, Selaawi Sudahi Karantina
istimewa

INILAH, Garut-Menyusul tak diperpanjangnya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Garut, seiring hasil skrining massif Covid-19 tahap pertama terhadap sebanyak 358 warga Kampung Baeud Desa Samida, 107 warga Pasar Cirapuhan, dan 64 pegawai Puskesmas Kecamatan Selaawi menunjukkan negatif, serta berturut-turut sembuhnya tujuh dari delapan pasien positif Covid-19 asal kampung tersebut, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut memutuskan menyudahi karantina/pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) di Kecamatan Selaawi.

Kendati begitu, kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Selaawi yang juga Camat Selaawi Ridwan Efendi, upaya penerapan protokol kesehatan tetap dijalankan secara berkelanjutan dan mengembangkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan masing-masing. 

Menurut Ridwan, skrining massif Covid-19 pengambilan sampel swab terhadap sebanyak 358 orang sendiri dilaksanakan pada 11 Juni 2020, terhadap 107 warga Pasar Cirapuhan pada 12 Juni 2020, dan 64 pegawai Puskesmas Selaawi pada 16 Juni 2020. 

Sedangkan skrining susulan terhadap sebanyak 501 warga Kampung Baeud Desa Samida dilaksanakan pada 16 Juni 2020 namun belum ada hasilnya.

"Mudah-mudahan hasilnya semuanya negatif !" harap Ridwan, Sabtu (20/6/2020).

Dia pun bersyukur pasien positif Covid-19 di wilayahnya bertambah lagi dua orang, yakni KC 21 (perempuan berusia 47 tahun) dan KC 22 (laki-laki berusia 15 tahun) setelah sempat dirawat di RSU dr Slamet Garut. Keduanya telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit pada Kamis (19/6/2020) malam.

Dengan demikian, pasien positif Covid-19 asal Selaawi dinyatakan sembuh bertambah menjadi sebanyak tujuh dari delapan kasus positif di Selaawi.

Kasus positif Covid-19 di Selaawi merupakan transmisi lokal di Kampung Baeud Desa Samida. Banyaknya kasus positif tersebut membuat diberlakukannya karantina mandiri di Samida yang berakhir pada 11 Juni 2020.(zainulmukhtar)

Karantina mandiri dilakukan di kampung tersebut pertama kali pada 29-5-2020, paskaditemukan tiga kasus positif di sana pada 28-5-2020. Ketiganya diduga kuat tertular Covid-19 dari pasien positif sebelumnya. Setelah sepekan lebih karantina mandiri dilakukan, pada 8-6-2020, di wilayah tersebut kembali ditemukan tiga kasus positif.(zainulmukhtar)