Belum Setahun, Kasus HIV/AIDS Tembus Angka 110 Orang, 8 Orang Meninggal

Belum Setahun, Kasus HIV/AIDS Tembus Angka 110 Orang, 8 Orang Meninggal
Ilustrasi (Antara)

INILAH, Cirebon - Belum juga setengah tahun, atau sampai bulan Mei tahun ini, HIV/AIDS di Kabupaten Cirebon, sudah tembus angka 110 orang.

Penyakit mematikan ini didominasi kaum gay dan ibu hamil, sementara sisanya adalah orang yang tidak mengaku, orang yang punya penyakit TBC, dan waria, kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Cirebon Nanang Ruhyana lewat sambungan telepon selulernya, Minggu (21/6/2020).

Nanang menjelaskan, kunci penyebaran HIV/AIDS ada 9 titik. Pertama, oleh wanita pekerja seks dengan jumlah 4 orang. Lalu, pengguna narkoba suntik berjumlah 7 orang; kaum gay dan waria, masing-masing 8 dan 25 orang.

Pasangan suami istri ada 6 orang; pria hidung belang ada 4 orang; ibu hamil ada 10 orang; dan penyakit TB ada 226 orang. Sedangkan ada 47 orang yang masuk ke dalam kategori lain-lain.

"Yang kategori lain-lain yang repot. Mereka terkena AIDS, tapi tidak mau mengakui. Setiap tahun kita lakukan upaya pencegahan, tapi ya namanya perilaku dan mungkin butuh seks, kita belum bisa mencegah secara menyeluruh," jelas Nanang.

Terkait banyaknya penyakit TB yang terkena HIV/AIDS, menurut Nanang wajar. Masalahnya, orang yang terkena penyakit TB diharuskan melakukan tes HIV/AIDS. Begitupun yang terkena HIV/AIDS, ternyata banyak yang terkena TB.

"Sejak tahun 2000 sampai 2019, ada 820 orang yang tertular HIV/AIDS. Nah tahun ini saja sejak Januari sampai akhir Mei, sudah ada 110 orang. Prediksi saya sampai akhir tahun pasti akan bertambah. Saya berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga diri dari penyebaran HIV/AIDS agar semakin tinggi," ungkap Nanang.

Nanang menambahkan, kematian akibat HIV/AIDS tahun lalu sebanyak 10 kasus. Sementara tahun ini saja sudah ada 8 kasus. Khusus kasus AIDS-nya sendiri, tahun lalu sebanyak 74 kasus dan tahun ini sudah ada 15 kasus. Dinkes sudah menyediakan layanan klinik di 57 puskesmas. Sedangkan RS Perawatan Dukungan Pengobatan (PDP) sudah ada 7 RS dan 2 RS satelit. (maman suharman)