Tim PKM Unisba Gagas BMT Usaha Kopi Hulu-Hilir

Tim PKM Unisba Gagas BMT Usaha Kopi Hulu-Hilir
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Islam Bandung (Unisba). (okky adiana)

INILAH, Bandung - Ketua tim pengabdian kepada masyarakat (PKM) Universitas Islam Bandung (Unisba) Dr. Neneng Nurhasanah, Dra., M.Hum, melaksanakan kegiatan PKM di Desa Marga Mulya Pangalengan, daerah yang dikenal dengan sentra sayuran dan kopi Pangalengan. Ini merupakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Daerah ini, menurut Nurhasanah, merupakan daerah yang berpotensi untuk dikembangkan lebih jauh lagi, khususnya dalam pengolahan kopi. Hal ini dikarenakan tidak sedikit orang datang ke Pangalengan ingin membeli kopi baik dari lokal, nasional maupun dari mancanegara. Lokasi yang sangat strategis adalah Desa Margamulya yang di dalamnya banyak dijumpai para petani kopi.

“Kegiatan pendampingan terhadap para petani kopi tentunya sangat dibutuhkan, karena selama ini mereka hanya bertani tanpa memikirkan bagaimana penjualannya, sehingga diperlukannya pembinaan baik secara teori, praktik, maupun solusi permodalan dan penyediaan sarana dan prasarana dalam rangka pengembangan usahanya melalui kerja sama dengan lembaga keuangan,” ujar Ketua Tim PKM yang juga Ketua Prodi S-2 Magister Ekonomi Syariah Unisba.

Berdasarkan penelusuran tim PKM, hingga saat ini yang menjadi salah satu faktor permasalahan yang menghambat perkembangan UKM Kopi di Desa Margamulya adalah terkait permodalan dalam pengembangan usaha mereka.

Adanya suntikan dana dari BAZ Provinsi Jabar belum memberikan hasil yang optimal untuk pengembangan UKM Kopi ini, begitu juga koperasi yang ada di Desa Margamulya.

"Solusi yang ditawarkan oleh tim PKM adalah dengan mendirikan BMT Usaha Mikro untuk membantu para petani kopi agar lebih sejahtera. Program kegiatan yang digagas adalah Pendirian BMT Usaha Mikro Pengolahan Kopi Hulu-Hilir di Desa Marga Mulya Pangalengan," ujarnya.

Dia mengatakan bentuk pemberdayaan yang dilakukan oleh tim, di antaranya pemberian pelatihan dalam bentuk motivasi, agar para petani dapat mengembangkan diri lebih baik lagi. Selain itu, pemberian materi tentang keterampilan dalam mengelola aneka produk dari kopi, strategi pemasarannya, dan juga manajemen keuangan serta persiapan sumber daya manusia yang berkualitas.

Agar lebih mendapatkan pengetahuan terkait kelembagaan, tim juga membekali dengan materi-materi yang berkaitan dengan peran, fungsi, aspek hukum dan kelembagaan (AD dan ART), dan operasional BMT sebagai bekal bagi pelaku UKM dalam mengelola BMT dengan konsep dari dan untuk anggota.

Dari kegiatan PKM ini, diharapkan masyarakatnya mendapatkan pengetahuan yang lebih dan juga keterampilan dalam mengelola lembaga keuangan sederhana untuk kepentingan bersama.

"Di sisi lain, kegiatan mendirikan BMT berupa pembentukan pengurus, yang terdiri dari wakil dari TIM PKM, perwakilan dari BAZ Propinsi dan peserta UKM Kopi, dapat terlaksana dengan kegiatan-kegiatan yang berkesinambungan dan tentunya dalam pendampingan, sehingga para UKM Kopi dan para Petani kopi dapat mengembangkan usahanya lebih sejahtera dari sebelumnya," pungkas Dr. Neneng. (okky adiana)