Fraksi PDIP Kota Bogor Bagikan Sembako untuk Sopir Angkot

Fraksi PDIP Kota Bogor Bagikan Sembako untuk Sopir Angkot
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bogor R Laniasari membagikan 1.000 sembako dan masker kepada sopir angkutan perkotaan serta warga kurang mampu di wilayah Kecamatan Tanah Sareal dalam rangka memperingati bulan Bung Karno pada Minggu (21/6). 

Lania mengatakan, PDIP Kota Bogor merayakan bulan Bung Karno di masa pandemi Covid-19 dengan memperbanyak bakti sosial. Aksi kali ini tentu saja melibatkan anggota fraksinya karena sembako ini hasil dari patungan politisi PDIP yang duduk di DPRD Bogor.

“Selain kegiatan bagi sembako, kami gelar beberapa kali webinar. Kami juga konsisten melakukan penyemprotan disinfektan di wilayah padat penduduk untuk mencegah penyebaran Covid-19,” ungkap Lania, Minggu (21/6).

Dia menyebutkan Sabtu (20/6) malam juga dilakukan pengajian untuk haul Bung Karno serta menonton secara online pergelaran wayang golek dan wayang kulit via zoom. 

PDIP sebagai partai yang peduli 'wong cilik', pastinya peduli terhadap masyarakat yang kehilangan pekerjaan atau kategori miskin baru karena dampak ekonomi dari pandemi Covid-19 Kota Bogor.

“Tentunya banyak masyarakat yang kehilangan pendapatan. Mau tidak mau mereka terkenda dampak ekonomi pandemi Covid-19. Karena itu kami sedikit meringankan saja. Kalaupun belum mengcover semua masyarakat Kota Bogor tapi kami ada perhatiannya,” tuturnya.

Lania menjelaskan, total dari 1.000 paket, sebanyak 160 paket sembako dibagikan di tiga kelurahan Tanah Sareal, termasuk kepada para sopir angkot di depan kantor DPC PDI Perjuangan Kota Bogor.

“Total kami berikan 50 paket sembako kepada para sopir angkot. Untuk pembagian secara simbolis kepada koordinator sopir angkot karena untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19,” katanya.

Selain sembako, Fraksi PDIP juga membagikan masker berwarna merah ke masyarakat karena masih banyak warga yang tak mengenakan pelindung mulut dan hidung itu saat keluar rumah. Juga dibagikan hand sanitizier untuk mencegah penularan Covid-19.

“Namanya virus itu tidak terlihat, belum ada vaksinnya. Karena itu masyarakat harus mengikuti anjuran pemerintah untuk menjaga kebersihan, juga kesehatannya. Olah raga, jaga jarak, keluar rumah apabila ada kepentingan yang mendesak dan terapkan physical distancing. Harus ada kesadaran masyarakat untuk melakukan itu,” pungkasnya. (rizki mauludi/ing)