Duh, Ribuan Pengunjung Abaikan Protokol Kesehatan Serbu Objek Wisata Garut

Duh, Ribuan Pengunjung Abaikan Protokol Kesehatan Serbu Objek Wisata Garut
Kawasan wisata Paralayang Gunung Putri Kabupaten Garut diserbu wisatawan. (Zainulmukhtar)

INILAH, Garut- Seiring mulai dibukanya kembali objek-objek wisata di Kabupaten Garut, sejumlah tempat langsung diserbu ribuan pengunjung.

Terlebih pada Minggu (21/6/2020), keramaian di sejumlah obyek wisata terlihat sejak pagi. Seperti tampak di Taman Satwa Cikembulan Kecamatan Kadungora, Situ Bagendit Kecamatan Banyuresmi, Kebuh teh Dayeuhmanggung Kecamatan Cilawu, Cipanas dan tempat Paralayang Gunung Putri Kecamatan Tarogong Kaler, serta sejumlah obyek wisata pantai selatan Garut.

Keramaian objek wisata di Kabupaten Garut terutama objek wisata alam pantai dan pegunungan, sebenarnya mulai terlihat sejak selepas hari H Idul Fitri yang jatuh pada 4 Mei 2020, kurang sepekan paskaberakhirnya masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Kabupaten Garut pada 24 Mei 2020. 

Kendati sejumlah pengelola objek wisata berupaya menerapkan pembukaan kegiatan wisata dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 seperti disyaratkan Pemerintah, kenyataannya banyak pengunjung mengabaikannya. Hal itu terutama setelah berada di dalam lingkungan obyek wisata selepas pemeriksaan suhu tubuh oleh pihak pengelola. 

Bahkan terdapat pengelola wisata yang terkesan menghiraukan protokol kesehatan. Indikasinya, tak ada pemeriksaan suhu tubuh pengunjung. Kelengkapan APBD pengunjung pun tak dipertanyakan.

Tak sedikit pengunjung terkesan nekat tak mengenaikan alat perlindungan diri (APD), seperti masker. Jaga jarak fisik pun terabaikan. Padahal kerumunan di dalam kawasan obyek wisata tampak sulit dihindari. Apalagi ketika sarana akses berjalan kaki terbatas, bahkan satu-satunya. Mereka yang baru masuk maupun hendak keluar meninggalkan kawasan obyek wisata sulit menghindari antrian dan berpapasan. Seperti terlihat di sepanjang jalan menuju lokasi Paralayang Gunung Putri.

Sejumlah pengunjung datang dengan kendaraan roda empat bak terbuka pun tampak cuek. Bergerombol di atas bak kendaraan tanpa ada jarak, dan tanpa mengenakan masker. 

Kendati begitu, para pengunjung terkesan tak khawatir akan resiko ancaman Covid-19. Mereka menikmati suasana obyek wisata setelah lama tak bisa ke mana-mana.

"Protokol kesehatan berlaku, pakai masker, dan jaga jarak. Tapi memang akhirnya sulit juga dipertahankannya. Pengunjungnya kan banyak sekali. Pada kumpul-kumpul lagi," kata pengunjung wisata Paralayang Gunung Putri asal Pataruman Alin (16).

Pengelola Taman Satwa Cikembulan Rudy Arifin menegaskan, pihaknya justeru menerapkan protokol kesehatan ketat pada pengunjung. Ketentuan tersebut bahkan telah disiapkan jauh-jauh hari sebelum aktivitas wisata di Taman Satwa Cikembulan dibuka mulai 21 Juni 2020. 

"Di tempat kita, pengunjung wajib pakai masker. Terus diperiksa suhu tubuhnya. Kalau pengunjung suhunya di atas 37,5 derajat (selsius) maka tak boleh masuk !" kata Rudy.

Selain itu, imbuhnya, sebelum membeli tiket masuk maka pengunjung terlebih dahulu melewati bak berisi cairan desinfektan, dan setelah masuk pun disarankan mencuci tangan di tempat-tempat yang sudah disediakan di dalam lingkungan Taman Satwa Cikembulan.(zainulmukhtar)