Wisatawan Luar Jabar Ramaikan Puncak, Ini Kata Disbudpar

Wisatawan Luar Jabar Ramaikan Puncak, Ini Kata Disbudpar
istimewa

INILAH, Bogor - Dinas Kebudayaan dan Parawisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor menghimbau penundaan atau larangan kepada wisatawan dari luar Provinsi Jawa  Barat untuk berkunjung ke objek wisata di Bumi Tegar Beriman.

Larangan ini dilakukan  agar kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Barat tidak menjadi tempat 'import' wabah virus corona (covid 19) dari provinsi lain di luar Provinsi Jawa Barat.

Apalagi, berdasarkan hasil rapid test selama dua hari yang dilakukan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penangganan Covid 19 Provinsi Jawa Barat dan Tim Gugus Tugas Penangganan Covid 19 Kabupaten Bogor selama dua hari kemarin, 64 wisatawan asal Provinsi DKI Jakarta dan Tanggerang, Provinsi Banten ada 64 orang yang dinyatakan reaktif covid 19.

"Senada dengan arahan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Disbudpar Kabupaten Bogor sudah menghimbau agar wisatawan dari luar Provinsi Jawa Barat untuk menunda atau melarang mereka berkunjung ke objek wisata di Kabupaten Bogor terkait masih banyaknya pelanggaran itu kan yang sifatnya personal atau perorangan," ucap Kabid Destinasi Wisata Dinas Kebudayaan dan Parawisata Kabupaten Bogor Iman Budiana kepada wartawan, Senin (22/6/2020).

Mantan Kabid Aset di Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) ini menerangkan bahwa dari banyaknya objek wisata alam maupun non alam, baru Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua saja yang baru beroperasional kembali.

"Objek wisata alam dan non alam, kecuali hotel dan restoran hanya TSI Cisarua yang sudah beroperasional kembali karena mereka sudah sangat memenuhi protokol kesehatan. Kalau ada yang tidak memenuhi maka kami pun tidak akan memberikan surat rekomendasi atau mengijinkan," terangnya.

Iman menuturkan bahwa ramainya kunjungan wisatawan ke Kawasan Puncak itu hanya di jalan - jalan di area kebun teh Gunung Mas maupun restoran, namun ia mengakui susah melaksanakan penyaringan.

"Dengan ramainya kunjungan wisatawan di pinggir jalan kebun teh Gunung Mas kami pun berharap agar Dinas Perhubungan, Satpol PP dan kepolisian menertibkan, mensaring asal daerah wisatawan dan sekaligus mengurai kepadatan arus lalu lintas," tutur Iman.

Senada dengan Iman Budiana, Camat Cisarua Deni Humaedi memaparkan bahwa dari puluhan hotel yang ada di wilayahnya hanya sedikit saja yang sudah beroperasional kembali.

"Hotel - hotel masih banyak yang tutup, baru Hotel Royel Taman Safari dan Hotel Green Peak saja yang baru buka karena sudah kami monitor dan evaluasi pelaksanaan protokol kesehatan. Karena keterbatasan personil muspika dan muspuda Cisarua kami harap bantuannya agar bisa mensaring wisatawan dari luar Provinsi Jawa Barat," papar Deni.

Dihubungi terpisah, Camat Megamendung Endi Rismawan mengungkapkan bersama jajaran muspika, muspida, Disbudpar dan juga Satpol PP sudah mensosialisasikan Peraturan Bupati (Perbup) Bogor nomor 35 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional.

"Tidak hanya melakukan himbauan, kami pun melakukan  sosialisasi Perbup Bogor nomor 35 tahun 2020 yang isinya mengatur pelaksanaan protokol kesehatan di hotel dan restoran jika mereka mau beroperasi kembali. Sedangkan untuk objek wisata alam dan non alam di wilayah Megamendung hingga saat ini belum ada yang 'buka'," ungkap Endi. (Reza Zurifwan)