Panen Padi di Papua Tembus 5,8 Ton Per Hektare

Panen Padi di Papua Tembus 5,8 Ton Per Hektare
istimewa

INILAH, Papua - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mappi di Provinsi Papua memuji capaian petani dari Orang Asli Papua (OAP) berhasil meningkatkan produktifitas gabah kering panen (GKP) dari 2,9 ton menjadi 5,8 ton per hektare setelah didukung pendampingan penyuluh, fasilitasi pelatihan bagi kelompok tani (Poktan) untuk budidaya padi pada tiga distrik di Mappi: Edera, Obaa dan Haju.

Kepala Dinas Pertanian Pemkab Mappi, Vinsentius Jamlean mengatakan hasil panen padi dari Poktan Hefa Star yang dipimpin Taslim Wandemongin selaku OAP tergolong luar biasa di seluruh Papua.

Pemkab Mappi mengapresiasi capaian tersebut, setelah petani OAP berhasil menembus hasil panen hampir enam ton GKP per hektar. "Hasil panen Poktan Hefa Star dipimpin OAP sungguh luar biasa. Produktifitas rata-rata pada 2018 baru mencapai 2,9 ton GKP per hektare, sementara yang dipimpin OAP bisa mencapai 5,8 ton per hektare," kata Vinsentius Jamlean sebagaimana dikutip Pusat Penyuluhan Pertanian [Pusluhtan BPPSDMP].

Vinsentius Jamlean mengakui budidaya padi organik tanpa pupuk kimia yang dilakukan OAP oleh Poktan Hefa Star merupakan transformasi budaya dari kebiasaan berburu menjadi petani menetap. "Sungguh luar biasa, OAP kini bisa menjadi petani padi produktif."

Dia juga mengapresiasi kerja keras Taslia Sangkala sejak 2006 mengajak OAP untuk budidaya padi di Kabupaten Mappi menghasilkan 5,8 ton GKP dari varietas Mekongga oleh Poktan Hefa Star pada lahan seluas delapan hektare, belum lama ini.

Petani pada tiga distrik di Mappi: Edera, Obaa dan Haju dibimbing oleh Taslia Sangkala dari Kampung Ghanu di Distrik Nambioman Bapai untuk mengubah kebiasaan berburu dan berladang berpindah-pindah menjadi petani tanaman pangan dan hortikultura.

Sementara penyuluh Mappi hadir melakukan pendampingan teknis budidaya. Aktivitas Taslia, pria berdarah campuran Bugis dan Papua, didampingi penyuluh Dionosius Reyaan dan Wandri Taruk Allo membimbing Poktan Hefa Star berawal dari uji coba tanam sekitar lima petak kini mencapai delapan hektare. Dukungan Taslia Sangkala, kata Taslim Wandemongin, memberi peluang bagi Poktan Hefa Star yang dibentuk pada 2006 secara kelembagaan dikukuhkan Dinas Pertanian Pemkab Mappi.

Taslim Wandemongin bersama Sekretaris Sabinus Tave Kamogin dan Bendahara Soni Wandemogin memimpin 13 petani anggota Poktan. Penyuluh Wandri Taruk Allo menambahkan pihaknya terus mendampingi petani OAP melakukan panen padi organik dilanjutkan percepatan tanam pada musim tanam kedua (MT II) untuk periode April - September (Asep) setelah MT I pada Oktober - Maret (Okmar).

Penyuluh Pusat, Siti Nurjanah di Kementerian Pertanian mengatakan kemampuan OAP merupakan transformasi budaya, sosial dan teknologi berkontribusi pada ketahanan pangan seperti diinstruksikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo agar petani dan penyuluh tetap bekerja di lapangan dengan mematuhi Protokol Kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi mengingatkan tentang pentingnya menangkal virus Corona untuk selalu kenakan masker, hindari kerumunan, jaga jarak dan rajin cuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir sebelum dan setelah beraktifitas. "Petani, penyuluh dan para pemangku kepentingan harus sehat. Kalau sehat, stok pangan pun aman." (inilah.com)