Bupati Bandung: Berharap Zonasi Pendidikan Dijalankan

Bupati Bandung: Berharap Zonasi Pendidikan Dijalankan
Bupati Bandung Dadang M Naser. (Istimewa)

INILAH, Soreang - Bupati Bandung H. Dadang M. Naser berharap, dunia pendidikan bisa dijalankan di beberapa wilayah zona hijau di Kabupaten Bandung.

"Saya harap Kementerian Kesehatan bisa merekomendasikan berjalannya aktivitas pendidikan di beberapa wilayah di Kabupaten Bandung," ucap Bupati Dadang Naser di sela-sela Kegiatan Bakti Sosial Peduli Covid-19 Kodam III/Siliwangi di Emte Highland Resort Kecamatan Rancabali, Sabtu (20/6/2020).

Saat ini daerah yang dipimpinnya itu, memang berada di zona biru penyebaran Covid-19. Namun, ada beberapa kecamatan yang berada di zona hijau, dalam arti tidak ada kasus positif Covid-19.

"Pelaksanaan waktu belajar dianjurkan dilakukan pola sif. Satu kelas yang biasanya 40 siswa, bisa jadi 20 per sif. Kita pun sudah menyiapkan 1.000 unit thermo gun untuk sekolah-sekolah tertentu," tutur Bupati.

Dadang Naser juga berharap ada peningkatan status di wilayah yang berbatasan dengan wilayahnya. “Kalau daerah lain statusnya meningkat, Insya Allah kita juga meningkat jadi hijau," harapnya.

Sementara sektor ekonomi saat ini sudah berjalan 70 persen, termasuk di dalamnya industri pariwisata. "Pariwisata sudah dibuka seminggu yang lalu tapi belum stabil, pengunjung baru 30 persen, dan masih dibatasi lokal Jabar (Jawa Barat). Ketika nanti tahapannya meningkat, semoga produk UMKM juga kembali menggeliat," ujar Dadang Naser.

Dalam kesempatan itu, dirinya bersama Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengikuti kegiatan pembagian bantuan dari Kodam III/Siliwangi. berupa 2000 paket sembako. Bantuan tersebut diberikan di tiga titik, yaitu Markas Kodim (Makodim) 0624 Kabupaten Bandung di Kecamatan Kutawaringin, Alun-alun Kecamatan Ciwidey, dan Emte Highland Resort Kecamatan Rancabali.

Pada kesempatan itu Ridwan Kamil mengungkapkan, dalam situasi wabah Covid-19 Provinsi Jabar masuk dalam kategori terkendali. Ia beserta jajaran gugus tugas, bertekad mempertahankan keterkendalian tersebut.

"Ini kerja sama semua pihak, tidak ada satu pihak yang lebih utama dibanding lainnya. Semua bekerja keras, baik di lapangan maupun dalam mengambil keputusan," ucap Ridwan Kamil. Dia pun mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah taat menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Situasinya saat ini perang melawan Covid-19, semua harus ikut bela negara. Salah satunya menerapkan protokol kesehatan. Ada tiga hal yang harus dilakukan, yaitu pakai masker, cuci tangan pakai sabun dan jaga jarak," imbuhnya.

Tingkat keterkendalian Jabar, sebutnya, berada di bawah 1 persen. Kamar di rumah sakit peruntukan pasien Covid-19, hanya terpakai 29 persen. "Oleh karenanya Jabar berada di ranking ke 27 dari 34 provinsi, dalam indeks risiko," tutur Ridwan Kamil.

Dengan keterkendalian tersebut, 70 persen perekonomian Jabar telah dibuka. "Saya pesan untuk Pak Bupati, jangan mengendurkan pengetesan. Lakukan terus di potensi kerumunan. Perekonomian jalan namun kewaspadaan tetap tinggi," pungkasnya. (agus sn)