​​​​​​​Edukasi Masyarakat, Mahasiswa UIN Bandung Jadi Relawan Kemanusiaan Covid-19 Kemendikbud

​​​​​​​Edukasi Masyarakat, Mahasiswa UIN Bandung Jadi Relawan Kemanusiaan Covid-19 Kemendikbud
istimewa

INILAH, Bandung - Rizky Rahmatullah Hariri, mahasiswa Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) Fakultas Ushuluddin (FU) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menjadi satu di antara 15.000 mahasiswa Relawan Kemanusiaan Melawan Covid-19 yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Ketua Jurusan AFI Neng Hannah sangat mengapresiasi untuk melakukan edukasi masyarakat tentang wabah corona. Pandemi Covid-19 merupakan musibah bersama. Semua elemen bangsa harus bersatu untuk menghadapinya karena tidak hanya berdampak pada kesehatan, melainkan juga pendidikan, ekonomi dan sektor lainnya.

"Hariri sebagai mahasiswa AFI UIN Bandung tergerak hatinya untuk berperan. Hal ini ia buktikan dengan mencari informasi dan ahirnya mendaftar menjadi relawan Covid-19 Kemendikbud. Jurusan sangat mengapresiasi karena salah satu profil lulusan AFI ialah menjadi analis filsafat dan sosial keagamaan, kegiatan relawan yang dilakukan Hariri ini di antaranya untuk memperkuat daya analisis," papar Neng, Senin (22/6/2020).

Menurutnya, upaya penyiapkan mahasiswa agar memiliki kemampuan atau keterampilan lebih yang relevan di luar disiplin ilmu yang dimilikinya. Misalnya ada seorang lulusan jurusan Aqidah Filsafat yang ingin memiliki kemampuan lain dalam memetakan persoalan kemanusian atau kemasyarakatan, maka ia perlu membekali dirinya dengan ilmu sosial.

Ia perlu melengkapi kemampuannya dengan mengambil mata kuliah analisa sosial atau sosiologi misalnya. Ini menjadi peran yang menarik untuk Prodi dalam menyiapkan standar ekuivalensi mata kuliah.

"Untuk itu, model pembelajaran seperti magang, melakukan pengabdian kepada masyarakat yang tergabung dalam relawan Covid-19 ini bisa menjadi contoh penerapan kampus merdeka belajar," tegasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ushuluddin (FU) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Wahyudin Darmalaksana sangat mendukungan terhadap mahasiwa yang aktif di komunitas kemanusiaan dan kemasyarakatan.

Di masa pandemi empati terhadap sesama yang terdampak wabah sangat dibutuhkan. Empati dapat berupa kegiatan kepedulian untuk melawan Covid-19. Seperti tergabung di relawan kemanusiaan yang digagas resmi oleh Kemdikbud.

"Aktifitas kerelawanan menjadi barometer kompetensi sikap yang diterapkan bagi mahasiswa di Fakultas Ushuluddin. Hal ini pun merupakan tugas sebagai mahasiswa selaras dengan semangat dan ide kampus merdeka dan merdeka belajar. Kami mengucapkan selamat dan sukses telah bergabung di relawan kemanusiaan dengan tetap sehat dan aman," pungkasnya. (Okky Adiana)