190 Anak di Jabar Terpapar Covid-19, Sebanyak 82 Sembuh

190 Anak di Jabar Terpapar Covid-19, Sebanyak 82 Sembuh
Ilustrasi/Antara Foto

INILAH, Bandung- Tercatat 190 anak turut terinfeksi terhitung sejak Pandemi Covid-19 terjadi di Jawa Barat pada Februari 2020 lalu. Adapun usia anak tersebut berada pada rentang 0-18 tahun atau sesuai definisi yang diatur Undang-undang perlindungan anak. 

Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Jabar Berli Hamdani mengatakan, pasien dari kalangan anak tersebut didominasi rentang usia 6 hingga 18 tahun.

"Jumlahnya 131 pasien. Rincian berdasarkan jenis kelamin, laki-laki 62 orang, perempuan 69 orang. Dari jumlah itu, 80 orang anak masih menjalani perawatan," ujar Berli, Senin (22/6/2020).

Berli menambahkan, dari golongan usia tersebut, ada 3 bayi dalam rentang usia 0 hingga 1 tahun, 17 balita yang rentang usianya 1 hingga 5 tahun, dan 5 pra sekolah dalam rentang usia 5 hingga 6 tahun yang positif terinfeksi dan masih menjalani perawatan.

"Total positif bayi 0 hingga 1 tahun, laki-laki 7 perempuan 4," jelasnya.

Dari 190 pasien anak tersebut, Berli menyampaikan, sebanyak 82 anak dinyatakan sembuh. Sementara tercatat 3 anak meninggal dunia yang terdiri dari 1 balita dan 2 usia sekolah. 

"Anak positif meninggal, balita perempuan 1, usia sekolah laki-laki 2," ucap dia.

Di sisi lain, kendati terdapat ratusan anak yang terinfeksi Covid-19 namun sejumlah mall di Jawa Barat belum melakukan pembatasan usia untuk pengunjung yang datang. Di mana kalangan anak-anak termasuk balita pun tidak dilarang untuk masuk ke dalam mall selama selama kapasitas pembatasan pengunjung tetap memenuhi kuota.

Diketahui, sejauh aktivitas pengunjung di mal atau pusat perbelanjaan yang baru dibuka masih belum naik secara signifikan. Pengunjung masih berada di sekitar 15 persen dari pembatasan yang diberlakukan sebesar 30 persen.

Sekjen Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jabar Satriawan Natsir mengatakan tak ada aturan khusus untuk pengunjung anak-anak. Semua masih didasarkan pada protokol yang berlaku dari pemerintah. Yakni, menggunakan masker, hand sanitizer hingga dites suhu tubuh.

Selain itu, ada pembatasan di berbagai fasilitas. Seperti penggunaan eskalator itu dibatasi, lift hingga Musala dan tempat duduk yang diatur agar berjarak. Di Kota Bandung sendiri ada 23 mal yang diperbolehkan beroperasi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional. 

"Anak-anak masih diperkenankan masuk," kata dia. (riantonurdiansyah)