Pemkot Bogor Terima Empat Penghargaan Gegara Inovasi Pasar Tradisional

Pemkot Bogor Terima Empat Penghargaan Gegara Inovasi Pasar Tradisional
istimewa

INILAH, Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meraih empat penghargaan sekaligus dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam lomba inovasi daerah tatanan normal baru tahun 2020 pada Senin (22/6/2020). Penghargaan diterima langsung oleh Wali Kota Bogor Bima Arya didampingi oleh Kepala Bappeda Kota Bogor Hanafi di Gedung Sasana Bhakti Praja Lantai 3 Kemendagri, Jakarta.

Diketahui, empat penghargaan yang diterima sebagai juara pertama atas kategori sektor restoran, sektor pasar modern dan sektor pasar tradisional. Sedangkan satunya menduduki juara dua dengan ketegori sektor tempat wisata. Selain itu, untuk pasar tradisional sudah diberlakukan beberapa inovasi dari Perusahaan Umum (Perumda) Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor untuk menyambut adaptasi kebiasaan baru.

"Ini semua adalah ikhtiar kami untuk menyiapkan adaptasi kebiasaan baru bagi seluruh warga Kota Bogor," singkat Bima.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Bogor, Hanafi mengatakan, ada tujuh kategori yang disiapkan oleh Kemendagri, diantaranya pelayanan satu atap, pasar modern, pasar tradisional, tempat wisata dan transportasi. Dan Kota Bogor meraih empat penghargaan sekaligus.

"Tujuan dari lomba ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa kondisi Covid-19 ini kita perlu standar protokol kesehatan dijalankan oleh masyarakat. Karena tidak mungkin pemerintah melakukan PSBB secara definitif karena ada beberapa sektor dilakukan masyarakat harus berjalan," ungkap Hanafi yang juga Badan Pengawas Perusahaan Umum Perumda PPJ Kota Bogor.

Hanafi melanjutkan, tujuh kategori ini menunjukkan bahwa tujuh mobilisasi selalu dilakukan oleh masyarakat yang tentunya kondisi seperti ini harus berjalan, makanya diberikan pemahaman kepada masyarakat untuk selalu menjalankan protokol kesehatan. Kan tidak mungkin juga pemerintah menutup semua kegiatan ekonomi yang berimbas sekarang pun sudah dirasakan ada penurunan baik secara individu masyarakat maupun instansi pemerintah terkait penurunan PAD.

"Atas penghargaan itu, pemerintah pusat mengeluarkan dana Rp11 miliar yang disebut Dana Insentif Daerah (DID). Nanti digunakan sesuai program kerja kami, apakah nanti terkait Covid-19 atau seperti apa, yang jelas pemerintah pusat mengeluarkan dana untuk juara ditujukan agar memberikan rangsangan kepada daerah untuk melakukan inovasi," tambahnya.

Hanafi menjelaskan, informasinya dana Rp11 miliar tersebut untuk tahun ini masuk ke kas daerah. Setelah itu merencanakan untuk kegiatan apa yang tentunya skala prioritas, yang jelas secara prosedur akan dimasukkan dalam perubahan anggaran. Pasar tradisional yang dinilai, yaitu pasar Sukasari yang sudah menerapkan protokol kesehatan.

"Untuk pasar modern kami ambil Ekalokasari, disitu standar protokol kesehatan dijalankan, seperti cuci tangan tidak menyentuh kran lagi, termasuk restoran diatur dalam satu meja dua orang, restoran Bumi Aki dan Cafe 30. Untuk tempat wisata, Kebun Raya Bogor," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) Perumda PPJ, Muzakkir mengatakan, prosedur yang harus dilewati saat ke pasar tradisional atau pasar rakyat adalah dengan cek suhu badan terlebih dahulu serta disarankan untuk cuci tangan. Ada juga aplikasi khusus untuk pembatasan jumlah pengunjung. Mau pedagang ataupun pembeli harus menggunakan masker sebagai bentuk alat pelindung diri, selain Itu diwajibkan juga menerapkan physical distancing antara pembeli. 

"Untuk membatasi interaksi langsung antara pedagang dan pembeli dipasang plastik. Sementara untuk pembayaran bisa menggunakan QRIS melalui Bank BJB. Apabila membawa uang cash bisa dimasukan ke kotak yang berisi Ultra Violet (UV), fungsinya untuk membunuh kuman. jika ada keadaan mendesak atau berbahaya pihak pasar juga menyediakan ruang darurat dengan petugas medis yang selalu siap sedia. Apabila tidak bisa ke pasar ada aplikasi Kujang Fresh untuk belanja secara online di pasar-pasar Kota Bogor, bagi masyarakat yang usia 45 tahun keatas disarankan untuk belanja online," pungkasnya. (rizky mauludi)