Sampah Menggunung di Rel KA Puspa Negara, DLH Kerahkan 70 Truk

Sampah Menggunung di Rel KA Puspa Negara, DLH Kerahkan 70 Truk

INILAH, Bogor - Sebanyak 70 truk sampah dan satu unit alat berat  dikerahkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  Kabupaten Bogor untuk mengangkut sampah liar di pinggir rel kereta Puspa Negara-Gunung Putri selama dua hari ini.

Banyaknya unit truk sampah dan ratusan orang personil yang dikerahkan karena sampah yang dibuang secara sembarangan oleh masyarakat Kecamatan Citeureup dan Gunung Putri kondisinya sudah menggunung dengan berat puluhan hingga ratusan ton.

"Melihat kondisi ratusan ton sampah yang ada di pinggir rel kereta Puspa Negara-Gunung Putri, hari ini dan besok kami akan kerahkan 70 unit truk, satu alat berat dan ratusan orang personil untuk membersihkan sampah ini," kata Plt Kepala DLH Kabupaten Bogor Anwar Anggana kepada wartawan, Selasa (23/6/2020).

Mantan Kabid Sarana Prasarana Dinas Pendidikan ini menerangkan ratusan ton sampah rumah tangga ini akan dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu  (TPST) Nambo dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga.

"Dari 70 truk yang berisi sampah, 6 unit truk sampah di antaranya akan kami buang ke TPST Nambo dan  64 unit truk sampah lainnya kami buang ke TPA Galuga," terangnya.

Anwar menyarankan pihak Desa Puspa Negara, Kecamatan Citeureup maupun Desa dan Kecamatan Gunung Putri membangun TPA sementara hingga nanti tidak ada lagi sampah liar yang tingginya bisa mencapai 3 meter.

"Kami menyarankan dua pemerintah desa yang berbatasan ini membangun TPS di masing-masing wilayah, bisa dengan memanfaatkan lahan milik desa hingga masyarakat punya wadah untuk membuang sampahnya secara benar. Pada kesempatan ini saya juga mengingatkan masyarakat akan Peraturan Daerah (Perda) nomor 2 tahun 2014 yang salah satunya menyatakan bahwa bagi para pembuang sampah liar akan terancam hukuman penjara selama 3 bulan atau sanksi denda dengan jumlah maksimal Rp 50 juta," ucap Anwar.

Camat Gunung Putri berharap masyarakat Desa Gunung Putri peduli kepada lingkungannya baik dengan membuang sampah ditempatnya maupun melaksanakan Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS).

"Pemerintah tidak bisa sendiri dalam menjaga lingkungan dan butuh peran masyarakat, kami akan bentuk satuan tugas (Satgas) di tingkat RT dan RW yang nantinya punya tugas menjaga lingkungan  bersih dari sampah liar," harap Didin.

Kepala Desa Gunung Putri Daman Huri menjelaskan jajarannya akan membentuk peraturan desa (Perdes) tentang pengelolaan sampah turunan dari Perda nomor 2 tahun 2014.

"Pemdes Gunung Putri selain akan membentuk Satgas Jaga Lingkungan juga akan membuat Perdes Pengelolaan Sampah, tujuan dari program diatas tentunya membersihkan desa kami dari permasalahan sampah hingga desa kami menjadi desa ramah lingkungan," jelas Daman. (Reza Zurifwan)