Ini yang Dilakukan Kepala SMAN 8 Bandung Terkait Pandemi di Dunia Pendidikan

Ini yang Dilakukan Kepala SMAN 8 Bandung Terkait Pandemi di Dunia Pendidikan
Foto: Okky Adiana

INILAH, Bandung - Pandemi Covid-19 harus diakui mengubah tatanan dan kebiasaan masyarakat di dunia, tak terkecuali Indonesia. Menggunakan masker, rajin mencuci tangan, hingga menjaga jarak antar sesama menjadi sesuatu yang lumrah saat ini.

Dunia pendidikan pun turut terdampak dengan kondisi saat ini. Guna menekan dan mengurangi penyebaran virus corona baru, kegiatan belajar mengajar (KBM) dilakukan secara jarak jauh alias daring. Begitu pula penerimaan siswa di tahun ajaran baru.

Kepala SMA Negeri 8 Bandung Suryana mengaku, bila jadwal tahun ajaran 2020/2021 tidak akan berubah atau dimulai pada pertengahan Juli 2020.

“Namun, tidak semerta-merta sekolah langsung melakukan tatap muka. Hal ini tergantung kepada kebijakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, baik pusat maupun provinsi, apakah Kota Bandung sudah masuk zona hijau atau belum,” ujar Suryana, di SMAN 8 Bandung, Selasa (23/6/2020).

Bila Kota Bandung sudah masuk zona hijau Covid-19, terang Suryana, pertemuan tatap muka tidak langsung dilakukan, tetap ada pembatasan dengan penerapan protokol kesehatan yang berlaku saat ini.

“Tidak akan sekaligus masuk. Mungkin 50 persennya dahulu. Jadi, kalau satu kelas diisi 36 orang, yang masuk 18 orang dahulu, sehingga tetap ada jaga jarak,” imbuhnya.

Kebijakan ini dilakukan lantaran pihaknya berkaca pada kondisi di negara lain, salah satunya Korea Selatan, yang membuka sekolah setelah mengalami penurunan angka penyebaran Covid-19, malah mengalami gelombang kedua.

“Untuk sementara sabar dulu, karena ini sesuatu yang berisiko. Jadi, kita harus tetap menerapkan protokol kesehatan yang ada saat ini. Jangan sampai yang terjadi di negara lain, terjadi di kita,” pungkasnya. (Okky Adiana)