Soal Perizinan, DPRD Kab Cirebon Akan Panggil UMC dan Dinas Terkait

Soal Perizinan, DPRD Kab Cirebon Akan Panggil UMC dan Dinas Terkait

INILAH, Cirebon - Kasus Universitas Muhamadiyah Cirebon (UMC) yang belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) semakin mengemuka.

Anggota komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, Cakra Suseno mengaku, dalam waktu dekat akan memanggil manajemen UMC serta dinas-dinas terkait. Alasannya, ada yang salah karena UMC tidak mengikuti aturan perizinan yang sudah ditentukan

"Dalam waktu dekat kami akan memanggil manajemen UMC dan dinas terkait seperti DPKPP dan satpol PP. Kami ingin tanyakan secara detail, sebetulnya ada persoalan apa dan akar permasalahannya seperti apa," kata Cakra, Selasa (23/6/2020)

Cakra menjelaskan, pihaknya sampai saat ini belum mengetahui secara pasti. Apakah awalnya proses perizinan yang lama di Pemda, atau karena pihak UMC yang enggan mengurus perizinannya. Namun yang ditakutkan, proses yang sedang ditempuh saat ini tidak sesuai dengan yang mereka ajukan. Cakra menilai, pengurusan izin yang kabarnya sedang ditempuh, menyalahi aturan.

"Ya aneh kan, bangunan sudah berdiri tapi baru ngurus izin. Nah kalau izinnya hanya dua lantai, sementara itu ada empat lantai, kan harus dibongkar. Makanya, minggu pertama pekan depan, kita agendakan memanggil UMC dan dinas yang terkait," ungkapnya.

Sementara Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Hermanto mengatakan, mencuatnya kasus UMC bukan melulu kesalahan dari pihak UMC. Masalahnya, tidak mungkin sehak awal, eksekutif tidak mengetahui perizinan UMC. Hermanto menilai, Pemkab Cirebon kecolongan karena ternyata UMC sudah berdiri tapi tidak memiliki IMB.

"Pemkab harusnya malu lah. Masa ada gedung segitu megahnya tapi tidak ternyata tidak memilik IMB. Ini benar-benar kecolongan. Kalau Pemkab tidak serius menyikapi ini kami akan bikin Pansus UMC," tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, gedung Kampus 2 UMC sama sekali belum memperoleh IMB. Padahal, gedung tersebut sudah beroperasi dan sudah melakukan kegiatan perkuliahan. Sayangnya pihak UMC berdalih bahwa perizinan semua diurus kontraktor. (maman suharman)