Antisipasi Penyebaran Covid-19, Akses Menuju Kawasan Puncak Diperketat

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Akses Menuju Kawasan Puncak Diperketat
Kepala Badan Perencana Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor, Syarifah Sopiah. (Reza Zurifwan)

INILAH, Puncak - Pemkab Bogor mengaku tidak mungkin menutup penuh akses wisatawan baik asal Provinsi Jawa Barat maupun asal luar Provinsi Jawa Barat menuju Kawasan Puncak.

Pertimbangannya adalah banyaknya pengelola hotel, restoran, usaha wisata atau usaha sejenis yang bergantung kepada tingkat kunjungan wisatawan.

Namun, Pemkab bersama Polres Bogor dan Kodim 0621 akan melakukan penjagaan yang lebih ketat. Itu menyusul 64 orang wisatawan asal DKI Jakarta dan Tanggerang, Provinsi Banten yang dinyatakan reaktif covid 19.

"Kami akan jaga lebih ketat lagi akses menuju Kawasan Puncak maupun objek wisata lainnya yang kemungkinan ramai akan kunjungan wisatawan, karena kami khawatir ada resiko penyebaran wabah virus corona (covid 19)," ujar Kepala Badan Perencana Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor, Syarifah Sopiah kepada wartawan, Selasa (22/6).

Wanita yang juga bertugas sebagai juru bicara Tim Gugus Tugas Penangganan Covid 19 ini menerangkan bahwa jajarannya akan memanfaatkan billboard dipinggir jalan untuk sosialisasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional.

"Kami akan sosialisasi peraturan PSBB proporsional dan himbauan cara menghindari wabah covid 19 baik kepada pelaku usaha jasa wisata maupun wisatawan itu sendiri, kalau kegiatannya di Kawasan Puncak dan objek wisata lainnya tidak begitu penting seperri minun kopi, makan mie instan dan lain - lain lebih baik ditunda dahulu saja," terangnya.

Ifah sapaan akrabnya menuturkan untuk memastikan peraturan PSBB proporsional benar - benar dilaksanakan, maka tim monitor dan evaluasi untuk meninjau ke objek wisata, hotel dan restoran.

"Kalau tim monitoring dan evaluasi Tim Gugus Tugas Penangganan Covid 19 Kabupaten Bogor menemukan adanya pelanggaran pengelola hotel, restoran dan objek wisata maka akan diberikan sanksi teguran tertulis, pembubaran, pemberian sanksi denda, penutupan operasional sementara hingga pencabutan izin usaha," tutur Ifah.

Sebelumnya,  pemeriksaan rapid  test  wisatawan di Kawasan Puncak yang dilaksanakan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penangganan Covid 19 Provinsi Jawa Barat, Tim Gugus Tugas Penangganan Covid 19 Kabupaten Bogor dan Tim Gugus Tugas Penangganan Covid 19 Kabupaten Cianjur menghasilkan 87 orang wisatawan asal DKI Jakarta dan Tanggerang, Provinsi Banten dinyatakan reaktif covid 19, dimana 64 orang wisatawan diperiksa saat berwisata di Kabupaten Bogor dan 23 orang wisatawan lainnya diperiksa saat berwisata ke Kabupaten Cianjur. (Reza Zurifwan)