DPRD Kota Bogor Minta Jaminan Mitra 10

DPRD Kota Bogor Minta Jaminan Mitra 10
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor- Disnaker Kota Bogor akan menggelar audit K3 terhadap Mitra 10. DPRD minta jaminan jika Mitra 10 beroperasi kembali.

Rully Diantino tak banyak bicara di ruang rapat Komisi IV DPRD Kota Bogor itu. Dia hanya menyatakan akan menjalankan semua keinginan legislator. Ini dilakukan agar tak ada penilaian Mitra 10 cacat dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Pokoknya kami akan comply 100%. Tidak ada cacat sedikit pun,” katanya.

Rully Diantino adalah Manajer Operasional Mitra 10. Dia mewakili perusahaan pusat perbelanjaan kebutuhan rumah tangga itu dalam rapat dengan Komisi IV DPRD Kota Bogor. Rapat digelar setelah muncul klaster Covid-19 di sana.

Rapat dengar pendapat, selain diikuti Mitra 10, juga oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dan Dinas Tenaga Kerja Kota Bogor, Selasa (23/6) itu.

Dalam RDP, Ketua Komisi IV Ence Setiawan meminta jaminan Gugus Tugas dan Mitra 10 agar tidak ada lagi penambahan kasus positif corona ataupun munculnya klaster baru dari pusat perbelanjaan. Sebab, klaster baru akan membuat Kota Bogor semakin jauh dari kesiapan adaptasi kebiasaan baru (AKB).

“Ini jelas, ada penyebaran Covid-19 di pusat perbelanjaan. Kami meminta jaminan kalau nanti Mitra 10 dibuka, tidak ada lagi penambahan kasus positif. Begitupun dengan pusat perbelanjaan lainnya,” ungkap Ence.

Dia menjelaskan, jaminan itu bukan tanpa alasan. Dengan diungkapnya protokol kesehatan yang sudah dijalankan Mitra 10 selama ini adalah bukti hal tersebut tidak menjamin mencegah penyebaran Covid-19.

“Kami juga meminta Mitra 10 secara berkala memberikan ekspose kepada kami terkait hasil audit tersebut dan melakukan rapid test lagi kepada seluruh karyawan secara berkala,” jelasnya.

Ence menekankan, audit ini tidak hanya meliput protokol kesehatan. Sebab, dugaan penyebaran di Mitra 10 terjadi melalui kontak barang dengan karyawan atau pengunjung lainnya.

“Kami juga meminta agar Mitra 10 dan pusat perbelanjaan lainnya melakukan rapid test secara berkala, disusul dengan swab test jika ada hasil reaktif. Ini untuk menjamin keselamatan warga Kota Bogor dalam berbelanja,” terangnya.

Kepala Disnaker Kota Bogor, Elia Buntang, memastikan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Disnaker Jawa Barat untuk menggelar audit K3.

“Untuk keamanan, kami berkewajiban memonitor. Kalau protokol kesehatan sudah berjalan, tapi masih terjadi, dan di situ ada kemungkinan dari barang yang masuk, kami akan evaluasi K3-nya,” tuturnya.

Kepala Dinkes Sri Nowo Retno, mengungkapkan klaster Mitra 10 masih dalam pemantauan Gugus Tugas dan Dinkes Kota Bogor. Saat ini, Retno mengaku tengah menunggu hasil tracing terhadap lima orang karyawan dari Kabupaten Bogor. Di sisi lain, ia juga melakukan tracing terhadap laporan pengunjung atau pembeli yang datang ke Mitra 10 dalam rentang waktu 14 hari ke belakang.

“Saat ini yang melapor cukup banyak. Kita pastikan dari hasil laporan dan nota pembelian. Lalu akan kami lakukan juga rapid test terhadap mereka secara bertahap,” ungkapnya.

Dari hasil tes terhadap beberapa pengunjung dan pembeli, Retno mengaku belum mendapatkan hasil reaktif. Ia pun menjamin bahwa seluruh pusat perbelanjaan di Kota Bogor menggelar rapid test terhadap seluruh karyawannya. Ini bentuk jaminan keselamatan warga Kota Bogor agar bisa berbelanja dengan tenang. (ing)