Pelaku Usaha Konveksi di Soreang Beralih ke Jualan Online

Pelaku Usaha Konveksi di Soreang Beralih ke Jualan Online
Istimewa

INILAH,Bandung- Pelaku usaha konveksi di Soreang Kabupaten Bandung terus berusaha bertahan ditengah pandemi virus Corona. Alih produk dan alih strategi pemasaran menjadi pilihan cerdas dilakukan oleh para pelaku usaha konveksi busana Muslim.

Seperti yang dikemukakan oleh Eka Asyiqa (27), selama pandemi virus corona ini ternyata tak menyurutkan minat konsumen untuk berbelanja fashion. Namun ada tren yang berubah, belanja melalui media daring atau online menjadi pilihan sebagian konsumen. Selain itu, alih jenis produk, dari sebelumnya busana Muslim kini berubah memproduksi masker penutup mulut dan hidung dengan berbagai gambar atau karakter unik.

"Selain membuat masker, karena kebanyakan orang saat ini berada di rumah makanya saya juga memproduksi baju rumahan atau daster. Baju daster kami buat dengan bahan dan desain senyaman mungkin. Alhamdulilah respon masyarakat sangat bagus, dan sebagian besar sekarang belanja online karena toko dan pasar pasar kemari di awal pandemi ditutup," kata Eka saat berdialog dengan Wakil Bupati Bandung Gun Gun Gunawan di rumah dinasnya di Komplek Pemkab Bandung, di Soreang beberapa waktu lalu.

Dikatakan Eka, perdagangan online ini, membawa berkah tersendiri bagi mereka para pelaku usaha yang terbiasa berdagang melalui media daring itu. Sehingga, meskipun toko dan pasar tutup usaha mereka bisa tetap berjalan dari sisi pemasaran. Kendala yang ada yakni sulitnya mendapatkan pasokan bahan. Karena tak ada pengiriman bahan baku, mereka pun harus pandai pandai mencari bahan baku ke pasar kain di Cigondewah dan Gang Tamim.

"Pemasaran bagus, cuma yang jadi kendala adalah bahan baku lumayan sulit di dapatkan. Karena mungkin enggak ada distribusi barang ke distributor. Jadi yah kami harus pandai pandai mencari bahan baku ke Cigondewah dan Gang Tamim di Kota Bandung," ujarnya.

Eka melanjutkan, selama ini ia memproduksi pakaian atau busana Muslim dengan segmen menengah keatas dan menengah kebawah. Pandemi virus Corona membuat usahanya lumayan terganggu. Butiq atau toko pakaian miliknya di Soreang terpaksa harus tutup sementara. Begitu juga dengan konveksi tempat memproduksi busana Muslim ada beberapa orang pegawainya yang belum kembali dari kampung halaman karena terhalang PSBB.

"Pandemi ini datangnya berbarengan dengan bulan puasa. Dimana kami sebagai pelaku usaha kepedeean semua uang yang ada dibelanjakan untuk modal bahan. Eh ternyata ada pandemi dan menyebabkan penurunan omzet penjualan hingga lebih dari 50 persen. Sebagai pelaku usaha kami harus bertahan, dan ternyata permintaan pasar juga tetap bagus,'katanya.

Sementara itu Wakil Bupati Bandung Gun Gun Gunawan mengapresiasi langkah langkah yang diambil oleh para pelaku usaha konveksi di Soreang dalam menghadapi pandemi virus corona. Sehingga, mereka masih bisa tetap bertahan dan mempekerjakan para pegawainya. Dengan begitu, perekonomian masyarakat tetap berjalan.

"Kedepannya, kita harus bersama sama bergandengan tangan untuk bangkit dari keterpurukan. Selain itu untuk memudahkan pemasaran dari berbagai produk unggulan Kabupaten Bandung termasuk konveksi, ini harus ada sebuah sentra penjualan. Sentra penjualan ini berperan sebagai etalase dan menjadi tempat pertemuan antara produsen dengan buyersnya. Selain sentra penjualan, pemasaran secara digital atau online juga harus difasilitasi dengan baik oleh pemerintah. Apalagi sekarang ini kita memasuki era revolusi industri 4.0, dimana semua serba digital da menghangkan batasan jarak dan waktu," katanya.(rd dani r Nugraha).

"Pandemi terjadi saat masuk bulan puasa. Mm modal semua dibelanjakan untuk beli bahan. Penurunan produk ada 50 persen kita semua modal dibelikan bahan. Karena sudaah kepedesan karena bulan puasa. Eh ternyata ada pandemi dan pasar toko tutup apagi saya ini glosiran. Kirain orang akan berkurang belanja tapi ternyata tetap tinggi asar cuma bahan agak sulit.