Karyawan Hotel dan Restoran Non Reaktif, PHRI Bogor Siap Sambut Wisatawan

Karyawan Hotel dan Restoran Non Reaktif, PHRI Bogor Siap Sambut Wisatawan
INILAH, Puncak - Melihat hasil non reaktif rapid test puluhan pegawai hotel maupun restoran di Kawasan Puncak, Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor  pun siap menyambut normal baru.
 
"Dengan hasil non reaktif rapid test hari ini yang kami lakuka  secara random atau uji petik setiap hotel dan pelaksanaan protokol kesehatan, kami PHRI Kabupaten Bogor siap menyambut normal baru dan menerima lagi kunjungan wisatawan," ucap Nawawi Sekjend PHRI Kabupaten Bogor kepada wartawan di Hotel Accram,, Rabu (24/6/2020).
 
Pemilik Hotel Rizen Premiere, Kecamata Cisarua menerangkan dengan menerima lagi kunjungan wisatawan maka bisa menormalkan lagi kondisi ekonomi para pelaku usaha jasa wisata.
 
"Hotel-hotel kemarim kunjungannya kecil atau nol hingga pemasukan tidak bisa menutupi biaya operasional. Semoga dengan normal baru kondisi keuangan hotel-hotel maupun restoran yang ada di Kawasan Puncak bisa pulih kembali," terangnya.
 
Nawawi menjelaskan bahwa menyambut normal baru, hotel-hotel di Kawasan Puncak akan memberikan diskon besar-besaran hingga turun 50 persen dari harga normal.
 
"Kami akan berikan diskon 50 persen tarif menginap di hotel, hal ini kami lakukan agar geliat wisata di Kawasan Puncak memasuki normal baru. Agar tidak menjadi klaster penularan wabah virus corona (covid 19) kami pun ketat dalam melaksanakan protokol kesehatan," jelas Nawawi.
 
Ditemui ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Mike Kartalina Suwardi menambahkan berterima kasih atau upaya memutus rantai penyebaran wabah Covid-19 dengan cara merapid test para karyawan hotel dan restoran.
 
"Alhamdulillah hasil rapid test semua karyawan hotel dan restoran hari ini semua hasilnya non reaktif, hasil yang sama juga kami dapatkan di Taman Safari Indonesia dan objek wisata lainnya yang berada di Kawasan Puncak," tambah Mike.
 
Kepala Dinas Kebudayaan dan Parawisata Kabupaten Bogor Muliadi menjelaskan hasil non reaktif ini merupakan salah satu indikator dan dasar mendapatkan surat rekomendasi beroperasi kembali dari Tim Gugus Tugas Penangganan Covid 19 Kabupaten Bogor.
 
"Selain pelaksanaan protokol kesehatan, hasil non reaktif covid 19 maupun negatif swab test PCR para karyawan ini menjadi syarat untuk hotel dan restoran mendapatkan surat rekomendasi beroperasi kembali. Dinas Kebudayaan dan Parawisata berharap para pengelola hotel dan restoran disiplin dalam upaya menjaga kesehatan diri maupun wisatawan," jelas Muliadi. (Reza Zurifwan)