Dedie Perkuat Protokol Kesehatan di SEAMEO Biotrop untuk Terima Tamu Internasional

Dedie Perkuat Protokol Kesehatan di SEAMEO Biotrop untuk Terima Tamu Internasional
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor melakukan sosialisasi pencegahan penyebaran Covid-19 kepada karyawan Southeast Asian Regional Center for Tropical Biology (SEAMEO Biotrop), Kelurahan Pakuan, Kecamatan Bogor Selatan, Rabu (24/6/2020).

Sosialisasi ini juga sebagai penguat penerapan protokol kesehatan ketat di SEAMEO Biotrop agar saat adanya acara pada bulan Oktober 2020 mendatang bisa lebih matang, terlebih tamu-tamu yang hadir dari negara kawasan Asia Tenggara.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, penanganan Covid-19 di Kota Bogora bukan penanganan kesehatan saja. Ada tiga poin penting yang ditangani pemerintah yakni bidang kesehatan, penaganan jaringan sosial, dan pemulihan ekonomi. Karena itu disampaikan juga agar ada rasa empati membantu sesama ke pihak Biotrop.

"Kami fokus tiga hal tadi. Angka Covid-19 hingga kemarin ada 171 dan tidak ada penambahan kemarin. Angka kesembuhan dua lalu hari 10 orang, dirumah sakit ada 59 orang, ada statusnya berKTP Bogor tapi domisili Bintaro dan Jakarta," ungkap Dedie usai sosialisasi.

Dedie mengatakan, setelah mengecek penanganan Covid-19 oleh Gugus Tugas Covid-19 SEAMEO Biotrop sangat baik, karean sampai hari ini tidak ada satupun staf hingga pimpinan yang terdampak Covid-19 positif ataupun ODP. Ini menjadi apresiasi, ini ada prosedur yang baik dan dipelajari dari berbagai sudut pandang cara penanganan pencegahan Covid-19nya. Ini sebagai modal kuat Biotrop mempersiapkan event internasional. Dan saat ini diberikan pengetahuan tentang penanganan Covid-19 positif oleh Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor.

"Nanti direncanakan pihak Biotrop mengundang lebih dari 11 negara jadi artinya kalau buat kami untuk kegiatan nanti itu melihat dulu situasi perkembangan status, Covid-19 di Kota Bogor dari sisi jumlah positif Covid-19 kemudian jumlah sembuh. Kemudian juga jumlah PDP dan lain-lain, yang diakumulasikan menjadi penilaian zonasi. Nant dilihat masuknya zona mana Kota Bogor, apabila masih kuning artinya masih banyak hal-hal yang perlu dipersiapkan dan masih banyak hal-hal yang belum boleh dilaksanakan termasuk pertemuan-pertemuan dalam jumlah yang besar. Tetapi kita bicaranya bulan Oktober, mudah-mudahan kondisi semakin baik dan nanti pesertanya bukan dari area yang pandemi Covid-19," beber Dedie. (Rizki Mauludi)