Dikasih Raport Merah, Bupati Cirebon Cuek

Dikasih Raport Merah, Bupati Cirebon Cuek
Bupati Cirebon Imron. (Maman Suharman)

INILAH, Cirebon - Bupati Cirebon, Imron sama sekali tidak merespons komentar Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon yang memberikan raport merah.

Hal itu berkaitan dengan kinerja Imron yang dianggap gagal dalam mengelola perizinan. Entah bercanda atau tidak, Imron malah meminta supaya Ketua Komisi III, Hermanto menggantinya dengan raport hijau.

"Ya kalau Hermanto kasih saya raport merah, ya ganti saja jadi hijau. Tapi saya kan memang dari merah," kata Imron, Rabu (24/6/2020).

Ketua DPC PDI Perjuangan ini menilai, wajar dengan komentar Hermanto. Menurutnya, pekerjaan dewan memang harus ngomong karena harus menyikapi berbagai hal. Imron mengaku sama sekali tidak tersinggung dengan pernyataan tersebut. 

"Ya biar saja dia mau ngomong apa. Kerjanya kan harus ngomong supaya gagah. Tapi saya tidak tersinggung, karena sebagai pimpinan saya tidak mungkin saklek," jelas Imron.

Terkait pemberian raport merah awalnya dari UMC yang tidak memiliki IMB, Imron punya pandangan lain. Dirinya tidak sepakat kalau ada tindakan dengan cara meruntuhkan gedung UMC yang tidak berizin. Alasannya, karena UMC adalah sarana pendidikan dan sudah memberikan konstribusi pemikiran kepada Kabupaten Cirebon.

"Kalau menindak sebuah masalah jangan saklek. UMC sudah menghadap saya, dan kesalahan bukan melulu dari UMC. Makanya saya selalu wanti wanti supaya bagian perizinan memberikan kemudahan kepada siapapun," ungkap Bupati.

Seperti diketahui, pemberian raport merah kepada bupati Cirebon, bermula dari kasus Universitas Muhamadiyah Cirebon (UMC) yang belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon memberikan raport merah kepada Bupati Cirebon, Imron. Alasannya, kasus UMC merupakan pintu masuk terkuaknya banyak perizinan yang tidak ditempuh. (maman suharman)