Mumammadiyah Terbitkan Tuntunan Salat Id Aman di Tengah Covid-19

Mumammadiyah Terbitkan Tuntunan Salat Id Aman di Tengah Covid-19

INILAH, Garut- Muhammadiyah mengeluarkan edaran khusus tuntunan salat Idul Adha dan panduan penerimaan, penyembelihan, serta penyaluran hewan kurban Idul Adha 1441 H/2020. 

Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) PP Muhammadiyah M Agus Samsudin dalam siaran pernya diterima INILAH, Rabu (24/6/2020), mengatakan, dalam situasi dan kondisi seperti itu maka pada pelaksanaan Idul Adha tahun ini, warga Muhammadiyah didorong melaksanakan shalat Idul Adha di rumah bersama keluarga.

Sedangkan bagi warga berada di daerah aman Covid-19 (zona hijau) bisa menyelenggarakan salat Idul Adha di luar rumah namun mesti terbagi atas kelompok kecil terbatas dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Takbiran sebaiknya dilakukan di rumah, dan tidak diperkenankan mengadakan takbiran keliling. Mudik demi Idul Adha pun tidak disarankan.

Berkaitan penerimaan, penyembelihan, dan penyaluran hewan/daging kurban, warga Muhammadiyah sangat didorong mengalihkan dana kurban untuk membantu masyarakat terdampak ekonomi akibat pandemi Covid-19. Penerimaan hewan kurban pun dianjurkan berupa uang/dana yang dipercayakan sepenuhnya kepada panitia kurban untuk membeli hewan kurban. 

Penyembelihan dan pengelolaan hewan kurban disarankan dilaksanakan di rumah pemotongan hewan dengan menggunakan tenaga profesional untuk mempercepat proses dan mengurangi kerumunan.   

Kalaupun panitia menyelenggarakan pemotongan hewan kurban secara mandiri maka mesti disertai penerapan protokol kesehatan secara ketat, dan yang berkurban (shahibul qurban) dimohonkan tetap di rumah.

Selain itu, seluruh panitia dan warga yang dalam keadaan sakit (flu, batuk, demam, sakit tenggorakan, dan lain-lain) dan anak-anak kurang dari 10 tahun, orang dewasa di atas 50 tahun dan/atau yang memunyai penyakit penyerta seperti darah tinggi, jantung, diabetes, dan penyakit paru-paru disarankan tetap tinggal di rumah.

Menurut Agus Samsudin, Muhammadiyah menilai pelaksanaan Idul Adha dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat itu mesti dilakukan karena Muhammadiyah lebih mengutamakan perlindungan terhadap nyawa atau kehidupan warga menyikapi pandemi Covid-19. 

Berkaitan kasus Covid-19 ditangani Muhammadiyah, Agus Samsudin menyebutkan, hingga 23 Juni 2020, kasus Covid-19 ditangani sebanyak 78 rumah sakit Muhammadiyah mencapai sebanyak 6.322 kasus, terdiri 3.455 kasus ODP, 2.379 kasus PDP, dan 488 kasus konfirmasi positif. Dari ribuan kasus Covid-19 tersebut, sebanyak 325 kasus masih dalam perawatan.
Jumlah tempat tidur disediakan rumah-rumah sakit Muhammadiyah untuk perawatan medis pasien kasus Covid-19 mencapai sebanyak 586 unit. 

"Sedangkan dana digelontorkan Muhammadiyah untuk penanganan Covid-19 sendiri mencapai sebesar Rp176.411.897.393 dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 3.295.944 jiwa," kata Agus. 

Selain perawatan medis para pasien Covid-19, lanjutnya, Muhammadiyah juga konsisten melaksanakan berbagai layanan lainnya. Yakni melakukan edukasi masyarakat terkait materi-materi seputar Covid-19, layanan dukungan psikologi, layanan konsultasi agama, penyemprotan disinfektan hingga pembagian sembako bagi warga terdampak. 

Semua kegiatan tersebut terlaksana di 31 wilayah kerja MCCC secara nasional, dengan didukung Lembaga Amal Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah, lembaga pemerintah, LSM, warga Muhammadiyah khususnya dan Indonesia pada umumnya yang bersimpati pada perjuangan Muhammadiyah.(zainulmukhtar)