Vent-I Dibuat Sesederhana Mungkin

Vent-I Dibuat Sesederhana Mungkin
foto: Humas Pemprov Jabar

INILAH, Bandung-Pengembang sisi medis Vent-I, Dr. Ike Sri Redjeki,mengatakan, Vent-I menggunakan mesin ventilator PEEP (Positive End-Expiratory Pressure) agar mudah dioperasikan. Hal itu diterapkan karena tidak semua dokter dan tenaga medis dapat mengoperasikan ventilator advance.

"Kalau memegang ventilator dan salah, itu bukan membantu malah membunuh. Saya coba membuat yang paling sederhana," kata Ike.

Kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat mengoperasikan ventilator advance mendorong Ike dan tim untuk berinovasi. Selain SDM, pembuatan ventilator advance memerlukan waktu panjang. Sedangkan, virus SARS-CoV-2 menyebar dengan cepat. 

Maka, pembuatan ventilator dengan mesin PEEP dinilai efektif, tepat guna, dan biaya produksi yang rendah. Ike mengatakan, Vent-I digunakan untuk pasien COVID-19 dengan gejala klinis tahap dua agar mereka tidak gagal napas.

"Maka kami coba membuat ventilator yang dapat dioperasikan oleh perawat, dokter umum, atau dokter spesialis yang lain. Bahkan mesin ini bisa dibawa pulang, dan dipakai oleh pasien di rumah," ucap Ike. 

Ventilator portabel Vent-I menjadi salah satu solusi pemenuhan ventilator di Indonesia. Keberadaan Vent-I, kata Ike, dapat menekan tingkat mortalitas atau kematian akibat COVID-19. 

"Ventilator yang kami kembangkan dan buat tepat guna, karena tujuannya untuk penanganan COVID-19 yang menular begitu cepat. Itu yang sekarang kita butuhkan," katanya.