Lima Pejabat Pemkab Cirebon Diangkut KPK, Hoaks!

Lima Pejabat Pemkab Cirebon Diangkut KPK, Hoaks!

NILAH, Cirebon - Entah apa tujuannya, Rabu malam (24/6/2020) WIB tiba-tiba beredar pesan, lima pejabat Pemkab Cirebon di bawa KPK. Tak ayal pesan tersebut membuat heboh masyarakat dan pejabat dilingkungan Pemkab Cirebon.

Lima pejabat itu yaitu Camat Beber, Rita Susana, Camat Iing, Mantan Kadishub, Abraham, Mantan Ketua Dewan, Mustopa, dan direktur RS Waled, Budi Sonjaya.

Hasil penelusuran INILAH menyebutkan, informasinya kelima pejabat tersebut diambil KPK sekitar pukul 15.30 WIB, selepas diperiksa di Polres Cirebon Kota. Kasusnya, tidak jauh dari pengembangan kasus korupsi mantan Bupati Cirebon, Sunjaya. Mereka kabarnya dipastikan diambil KPK ke Jakarta.

Namun ketika dikonfirmasikan ke Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Rudiana, dirinya menyebutkan, Mustopa ada ditempat dan tidak ada masalah apapun. Namun dirinya tidak menampik bahwa isu  Mustopa dibawa KPK sudah menyebar kemana mana. 

"Malam kemarin memang saya banyak ditelepon kawan kawan partai. Ya buktinya Mustopa tidak kemana mana dan tidak ditangkap KPK. Itu semua hoax," kata Rudiana, Kamis (25/6/2020).

Sementara, informasi dari keluarga camat Rita, mengatakan hal yang sama. Informasi bahwa Rita dan Iing yang juga camat Asjab dibawa KPK, tidak benar. Sampai saat ini akunya, Camat Rita dan suaminya ada dan masih melakukan aktifitas.

"Kalau diperiksa memang ia waktu kemarin kemarin di Polres Cirebon Kota. Tapi tidak dibawa, ibu sama bapa masih ada disini," aku salah seorang keluarga camat rita yang enggan disebutkan namanya.

Tercatat, isu adanya penangkapan lima pejabat di Pemkab Cirebon, membuat resah sebagian ASN. Menurut mereka, isu tersebut merupakan hoax yang paling besar dalam sejarah, pasca mantan Bupati Cirebon Sunjaya menjadi terpidana dalam kasus korupsi. Para ASN sependapat, penyebar isu hoax tersebut harusnya ditangkap, supaya tidak membuat resah kinerja ASN di Pemkab Cirebon.

"Harusnya penyebar isu hoax ditangkap saja. Ini bukan sekali dua kali menyebarkan isu seperti ini. Buktinya sampai sekarang baru Sunjaya dan mantan Sekdis PUPR saja yang tersandung kasusnya. Yang lainnya masih aman kok," kata salah seorang ASN yang enggan disebutkan namanya. (maman suharman)