Kementerian BUMN Berharap Sinergi Baik antara Perseroan dan UMKM

Kementerian BUMN Berharap Sinergi Baik antara Perseroan dan UMKM
Deputi Sumber Daya Manusia, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN Alex Denni. (antara)

INILAH, Jakarta - Deputi Sumber Daya Manusia, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN Alex Denni berharap terjadi sinergi yang baik antara BUMN dengan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Saya betul-betul ingin antara BUMN dan UMKM terjadi sinergi yang baik," ujar Alex Denni dalam diskusi daring, di Jakarta, Senin malam.

Alex menambahkan bahwa di Kementerian BUMN saat ini Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM, Loto Srinaita Ginting sudah menginisiasi, menginventarisasi bagaimana BUMN-BUMN memberikan porsi yang lebih besar kepada UMKM untuk menjadi pemasok.

"Kalau kita melihat UMKM Indonesia kontribusinya terhadap PDB sangat signifikan dan kontribusi pada lapangan pekerjaan juga sangat signifikan," katanya pula.

Dalam paparannya, Alex menyampaikan bahwa terdapat 59,2 juta pelaku UMKM di Indonesia, kemudian kontribusi UMKM terhadap PDB sebesar 60,3 persen, dan kontribusi UMKM terhadap lapangan pekerjaan sebesar 96 persen.

Selain itu, sekitar 10 persen sampai dengan 12 persen UMKM di Indonesia juga memiliki kemampuan e-Commerce.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir optimistis platform Pasar Digital (PaDi) UMKM membantu usaha skala mikro memasuki normal baru.

BUMN yang memiliki peran sebagai agent of development, lanjut dia, terus berupaya mendukung pengembangan UMKM melalui berbagai inisiatif maupun sinergi dengan instansi atau lembaga lainnya.

Berdasar hasil inventarisir belanja BUMN baik belanja modal maupun operasional (Capex dan Opex), tahun 2019 tercatat Rp32,5 triliun belanja pada sektor UMKM yang dilakukan Top 30 BUMN berdasar total aset.

Memperhatikan hal tersebut, Kementerian BUMN menilai jumlah belanja BUMN pada UMKM masih bisa dioptimalkan. Karenanya disusunlah suatu inisiatif pengembangan UMKM, yaitu membentuk suatu ekosistem Pasar Digital UMKM yang diberi nama PaDi UMKM.

PaDi UMKM merupakan platform digital yang mempertemukan UMKM dengan BUMN guna mengoptimalkan, mempercepat dan mendorong efisiensi transaksi belanja BUMN pada UMKM, serta memperluas dan mempermudah UMKM mendapatkan akses pembiayaan. Platform tersebut juga akan membantu monitoring belanja BUMN pada UMKM. (antara)