Berebut Lahan Parkir, Residivis Keroyok Seorang Laki-laki

Berebut Lahan Parkir, Residivis Keroyok Seorang Laki-laki
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - RS (29) nampaknya tak kapok berurusan dengan polisi. Setelah sebulan lalu bebas dari penjara, kini RS kembali harus mendekam kembali di balik jeruji besi lantaran terlibat dalam aksi pengeroyokan terhadap Sopian Supriatna (39).

Aksi pengeroyokan terhadap Sopian dilakukan RS bersama ketiga temannya. Dua temannya itu juga berstatus residivis.

"RS kami tangkap dini hari tadi di Sadu, Soreang," kata Kapolsek Pasirjambu AKP Asep Dedi, Kamis ( 25/6/2020).

Menurut Asep, kasus pengeroyokan yang dilakukan keempat pelaku tersebut terjadi pada 9 Mei 2020. Pengeroyokan terjadi akibat adanya perselisihan pengelolaan lahan parkir.

"Kasusnya berebut lahan parkir dengan korban. Kejadian pengeroyokan ini terjadi di Jalan Raya Soreang-Ciwidey," katanya.

Menurut Dedi, pelaku yang keluar dari penjara bersama-sama mendatangi korban karena ingin mengambil lahan parkirnya lagi. Saat di lokasi kejadian, pelaku tanpa basa-basi langsung melakukan pengeroyokan.

Salah satu pelaku, kata Asep, menghantamkan botol minuman keras ke kepala korban. Akibatnya, korban mengalami luka sobek karena pecahan botol di bagian belakang telinga sebelah kiri.

"Pelaku baru satu yang kami tangkap. Tiga pelaku lainnya yaitu A (33), CP (23) dan AG (23) masih jadi DPO. Yang residivis itu RS, A dan AG," ujarnya.

Dedi melanjutkan, kasus perselisihan lahan parkir ini sebetulnya sudah memanas saat pelaku masih berada di dalam penjara. Saat itu, para pelaku mengetahui jika lahan parkir telah direbut orang lain.

"Para pelaku sudah tahu jika lahan parkir yang mereka kelola dikelola orang lain. Nah saat mereka mendapat asimilasi dan keluar penjara, mereka langsung melancarkan aksinya kepada korban," katanya.

Dikatakan Dedi, polisi saat ini masih terus melakukan pengejaran terhadap tiga pelaku lainnya. Sementara itu, RS yang sudah tertangkap dijerat pasal 170 KUHPidana.

"Ancaman hukumannya diatas lima tahun penjara," kata Dedi. (Dani R Nugraha)