Begini Dalih Kadisdukcapil Kabupaten Cirebon Soal OTT  Enam Pegawainya

Begini Dalih Kadisdukcapil Kabupaten Cirebon Soal  OTT  Enam Pegawainya
Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cirebon, Safrudin. (Maman Suharman)

INILAH, Cirebon -Ada pernyatan menarik dari Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cirebon, Safrudin. Hal itu terkait dengan adanya OTT tim saber pungli Polda Jabar terhadap 6 orang pegawai Disdukcapil.

Dia berdalih,  kedatangan Tim Saber Pungli itu hanya untuk mengkonfirmasi tentang prosedur pencetakan KTP elektronik.  

"Ada enam orang yang dibawa untuk klarifikasi oleh tim saber pungli. Mungkin waktu itu waktu diklarifikasi dikantor masih kurang waktunya," kata Safrudin, Kamis (25/6/2020).

Menurutnya, enam orang itu terdiri dari seorang Kepala Bidang, dua orang ASN, seorang pejabat struktural, dan sisanya merupakan tenaga kerja kontrak atau honorer.  Syafrudin enggan menanggapi mengenai ditemukannya sejumlah uang tunai oleh tim saber pungli. Ia mempersilakan untuk menanyakan hal tersebut secara langsung kepada petugas Saber Polda Jabar. 

"Kalau masalah uang, tanya saja langsung ke petugas," ujarnya. 

Pihaknya juga menyerahkan sepenuhnya penanganan masalah tersebut kepada aparat. Ketika tanya kenapa kalau konfirmasi ditemukan barang bukti berupa uang, dirinya tetap keukeuh itu bukan OTT. Kembali dia menyebutkan,  bahwa tim saber pungli datang untuk mengkonfirmasi mengenai prosedur pencetakan KTP elektronik.

*Silakan tanya saja langsung, kepada pihak berwenang," elaknya.

Sementara bupati Cirebon, Imron mengaku kaget dengan adanya kasus tersebut. Dirinya meminta Kadisdukcapil untuk segera melakukan perbaikan di internal dinas, supaya kejadian tersebut tidak terulang lagi. Ditanya apakah ada sangsi untuk Kadisdukcapil karena kejadian ini sempat terjadi beberapa tahun lalu, Imron mengaku masih melakukan kajian.

"Masalah sanksi saya akan lihat dulu. Yang penting, tolong segera perbaiki internal Disdukcapil," ungkapnya.

Terpisah, Kasat Reskim Polresta Cirebon, Kompol Rina Perwitasari meyakinkan, pihaknya tidak menangani kasus tersebut. Alasannya, yang menangani adalah Polda Jabar.

"Tanya langsung Polda saja mas," tegasnya.

Seperti diketahui, Tim Tindak 1 Satgas Saber Pungli Provinsi Jabar beserta Unit Tipidkor Satuan Reskrim Polresta Cirebon melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap ASN Disdukcapil Kabupaten Cirebon, Rabu siang kemarin. Oknum ASN tersebut diduga telah memberlakukan tarif Rp75.000/keping KTP terhadap pemohon yang tidak melalui jalur daring/online. 

Enam orang yang diciduk masing berinisial As, Ph Ms, Bs dan Ys dan MSE yang juga Kabid yang mengurus pendaftaran penduduk. MSE diduga menjual blangko KTP yang dibantu tenaga honorer berinisial AS. Lalu AS diduga melakukan penjualan Blangko kosong terhadap operator pencetakan KTP pada Disdukcapil.

Tim selanjutnya mengamankan pula dua ASN berstatus PNS berinisial PH dan BS. Selain AS, dua tenaga honorer lain yang turut diciduk yakni MS dan YS.
Dari tangan ASN yang diciduk, petugas menyita sejumlah barang bukti, di antaranya uang kas hasil penjualan blangko KTP sebesar Rp11,85 juta, uang penjualan blangko Rp750 ribu, uang dari pemohon pembuat KTP sebesar Rp750 ribu, puluhan keping KTP,  10 keping blangko KTP kosong, serta 4 blangko milik MSE. 

Perbuatan para oknum ASN Disdukcapil Kabupaten Cirebon itu diduga telah melanggar Pasal 95B UU RI Nomor 24 Tahun 2013 Tentang Administrasi kependudukan dan Tindak Pidana Korupsi. (maman suharman)