Tantangan Terbesar Ika Natassa Jadi Penulis Skenario

Tantangan Terbesar Ika Natassa Jadi Penulis Skenario
(Antara Foto)

INILAH, Jakarta- Nama Ika Natassa mungkin lebih dikenal melalui karya-karya tulisnya seperti "Critical Eleven", "Twivortiare", hingga "The Architecture of Love".

Namun, kali ini, Ika menantang dirinya untuk menulis sebuah skenario miniseri "Sementara, Selamanya" yang rilis bulan ini.

Dalam bincang-bincang bersama ANTARA, Kamis (25/6) petang, Ika mengatakan bahwa salah satu tantangan terbesarnya dalam menulis naskah skenario adalah beradaptasi dengan format yang berbeda dengan format penulisan novel seperti yang ia biasa lakukan.

"Tantangan terbesarnya, formatnya beda. Kalau di novel, bisa suka-suka aku. Aku nulis novel enggak pernah pakai outline atau 'kerangka karangan', cuma ada ide kasar, ide kalimat pembuka, lalu let it flow aja, biarkan ceritanya membawa kita," kata dia.

Lebih lanjut, Ika mengatakan bahwa skenario memiliki perhitungannya sendiri. Misalnya, satu lembar dari naskah sama dengan satu menit adegan film. Format dari skenario pun memiliki detail latar tempat, waktu, dan karakter yang detail.

Ditambah dengan situasi pandemi, membuatnya harus berpikir bagaimana membuat cerita dengan latar, karakter, dan kru yang terbatas, namun juga memiliki kisah dan tokoh yang kuat.

"Dengan struktur yang beda, lalu ada juga keterbatasan pandemi ini dengan syutingnya hanya di rumah saja. Dengan keterbatasan ini semakin menantang saya untuk membuat ide cerita 'Sementara, Selamanya' ini," kata Ika.

Penulis yang identik dengan rambut pendek dan kacamatanya itu mengungkapkan bahwa "Sementara, Selamanya" merupakan proyek "dadakan" dirinya dan Reza Rahardian untuk berkarya di tengah pandemi COVID-19.

"Iya, ini mendadak dan enggak direncanakan sebelumnya. Kita sudah lama merasakan "putus asa" dengan kapan pandemi kelar, berkarya jadi terhambat, tapi terkadang inoviasi itu datang pada saat terjepit. Cerita itu sudah ada, namun bagaimana cara kita melahrikannya," ujarnya.

"Sementara, Selamanya" bercerita tentang Saka (Reza Rahadian) dan Zara (Laura Basuki), sepasang suami istri, yang memutuskan tinggal terpisah sementara karena Zara bertugas sebagai dokter yang menangani pasien COVID-19.

Panggilan video menjadi 'penyelamat' pernikahan mereka, satu-satunya cara untuk membuat semua yang abnormal ini terasa normal.

Miniseri ini hadir dengan enam episode, dan dapat disaksikan eksklusif di situs maupun aplikasi Vidio. (antara)