Besok, Objek Wisata Air di Kabupaten Bandung Mulai Dibuka

Besok, Objek Wisata Air di Kabupaten Bandung Mulai Dibuka
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Objek wisata pemandian atau kolam renang di Kabupaten Bandung, terus melakukan simulasi pembukaan dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan standar adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Yosef Nugraha mengatakan, objek wisata air di Kabupaten Bandung memang masih belum dibuka kembali. Sebab, pihaknya masih menunggu hasil analisa pengaruh air dalam penyebaran Covid-19.

"Sebelumnya kami khawatir air bisa mempercepat penyebaran virus corona. Karena ketika semua pengunjung berenang, pasti batuk dan lain-lain d isitu. Bukan cuma batuk, bahkan airnya juga bisa terminum orang yang lagi berenang. Nah sekarang sudah ada Peraturan Menteri Kesehatan soal protokol kesehatan, termasuk mengatur kolam renang. Jadi menurut analisa kesehatan, virus corona itu mati oleh kaporit obat penjernih air. Jadi kami ambil keputusan untuk membuka kembali objek wisata air atau kolam renang mulai besok," kata Yosef di Soreang, Jumat (26/6/2020).

Seiring dengan terbitnya Peraturan Menteri Kesehatan tersebut, kata Yosef, para pengelola objek wisata air terutama kolam renang terus melakukan simulasi operasional dengan menerapkan protokol kesehatan. Sosialisasi terkait  rencana pembukaan objek wisata air dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat ini dilakukan oleh Disparbud Kabupaten Bandung kepada 43 pengelola objek wisata air.

"Kemarin kami sosialisasikan kepada para pengelola kolam renang baik itu yang berada di resort, hotel maupun kolam renang tunggal. Itu belum termasuk kolam renang yang ada di setiap kecamatan. Kemudian kita sama sama lakukan simulasi dan besok akan dilakukan uji coba membuka kolam renang dengan menerapkan protokol kesehatan," ujarnya.

Yosef melanjutkan, meskipun hasil analisa kesehatan menyatakan jika kaporit yang dicampurkan dalam air di kolam renang tebukti dapat membunuh virus Corona. Namun demikian,  protokol kesehatan terap harus dijalankan, termasuk menerapkan jaga jarak dalam kolam renang. Sehingga, kapasitas kolam renang pun dibatasi 50 persen dari kapasitas normal.

"Peraturannya tetap sama, pengunjung yang datang harus cek suhu tubuh, cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak. Nah masuk ke dalam kolam renangnya juga diatur enggak boleh penuh tapi setengahnya. Kalau soal waktu seorang pengunjung berenang, kalau lagi sepi mah yah sepuasnya saja, tapi kalau kunjungan lagi tinggi yah dibatasi waktunya, jadi fleksibel saja, tapi memang harus ada yang pengawas khusus," katanya. (Dani R Nugraha)