Putus Rantai Penyebaran Covid-19, BIN Gelar Tes Masif di Gedung Sate

Putus Rantai Penyebaran Covid-19, BIN Gelar Tes Masif di Gedung Sate
Foto: Rianto Nurdiansyah

INILAH, Bandung - Badan Intelejen Negara (BIN) menggelar pemeriksaan rapid tes kepada ratusan warga dari berbagai lapisan usia di halaman Gedung Sate,  Kota Bandung, Jumat (26/6/2020). Untuk melaksanakan rapid tes dan swab massal, BIN bekerjasama dengan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19.

Staf Khusus Kepala BIN Mayjen TNI Suyanto mengatakan, di Jabar kegiatan ini dilangsungkan selama tiga hari terhitung, Jumat hingga Minggu (25-27/6/2020). Adapun pada pemerikasan kali ini tercatat sebanyak 322 orang yang diambil sampelnya. Hingga pukul 10.00 WIB, sebanyak 8 orang dinyatakan reaktif. Sementara, pada pemeriksaan sehari sebelumnya (25/6/2020) di Gedung Promosi, Kecamatan Bandung Kulon dari 475 warga yang diperiksa, 17 reaktif dan lima orang dinyatakan positif Covid-19.

"Kami juga membawa mobil laboratorium unit, setelah reaktif langsung dilaksanakan swab sehingga hasilnya langsung terlihat. Selain itu kami juga membawa 40 orang medis dan dokter, dibantu Binda 15 orang. Diharapkan dengan kegiatan ini bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Jabar ini," ujar Suyanto.

Pada kesempatan ini, turut dihadiri Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil beserta Gugus Tugas Percepatan dan Penanggulangan Covid-19 Jabar. Pria yang akrab disapa Emil itu mengapresiasi inisatif yang dilakukan BIN.

"Tadi saya laporkan ke BIN 80 persen berita baik dan 20 persen kewaspadaan yang harus ditingkatkan. Rumah sakit juga tinggal 27 persen keterisian. Dokter relatif lebih baik dan terlalu stres dengan beban tinggal tiga hal saja pasar yang kita waspadai, pariwisata, titik berangkat datang dan pergi terminal dan stasiun," ujar Emil.

Menurut dia, tiga poin inilah yang akan mengiringi pengetesan baik yang 627 ambulan yang disulap jadi mobil Covid tes maupun skala canggih BSL 2 dan 3 yang sudah pihaknya operasikan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Jawa Barat Siska Gefrianti mengatakan, kelima orang yang terkonfirmasi positif dari tes masif yang dilakukan BIN, telah dirujuk ke rumah sakit rujukan di Kota Bandung.

"Semuanya sudah kita serahkan ke dinkes kota," kata Siska.

Agus Rahmat (45) warga Pasirkoja merasa terbantu dengan kegiatan ini. Dia turut membawa kedua anaknya untuk melaksanakan rapid tes.

"Ya kalau di luar harus bayar seorang bisa Rp200 ribu, kalau lagi kondisi begini jangankan membayar untuk rapid tes, mending uangnya digunakan untuk membeli beras," ujar Agus. (Rianto Nurdiansyah)