Pengunjung Pasar Cisarua Banyak Tak Bermasker, Ini Tindakan Ridwan Kamil

Pengunjung Pasar Cisarua Banyak Tak Bermasker, Ini Tindakan Ridwan Kamil
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Cisarua - Selain mengunjungi Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Kabupaten Bogor. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga mengunjungi Pasar Cisarua.

Orang nomor satu di Provinsi Jawa Barat ini mengecek pelaksanaan physical distancing terutama penggunaan masker kepada pedagang, pengelola dan pengunjung.

Di Pasar Cisarua yang nantinya akan menjadi pilot project Pasar Juara ini, Emil sapaan akbrabnya masih melihat banyaknya pedagang dan pengunjung terutama anak-anak yang belum memakai masker hingga ia membagikan masker  serta memakaikan masker kepada mereka.

"Kalau physical distancing, pengadaan tempat cuci tangan dan lainnya cukup bagus tinggal pemakaian masker saja yang saya nilai baru 80 persen dimana yang paling banyak tidak memakai adalah anak-anak padahal mereka dalam usia yang rawan tertular wabah virus corona (covid 19). Saya minta penggunaan masker harus 100 persen," kata Emil kepada wartawan, Jumat (26/6/2020).

Dia menerangkan, cara pengelola pasar menyukseskan 100 persen penggunaan masker adalah dengan rutin dalam melaksanakan imbauan.

"Kepada pengelola pasar itu saya minta agar ada orang yang sejam sekali keliling pasar mengingatkan semua pihak untuk menggunakan masker, dengan menggunakan masker 70 persen menghindari kita dari wabah covid 19 apalagi kalau disertai dengan melaksanakan physical distancing," terangnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan yang ikut mendampingi kunjungan Gubernur Jawa Barat menuturkan bahwa Pemkab Bogor sudah menugaskan PD Pasar Tohaga, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Kesehatan dan Satpol PP untuk terlaksananya phisical distancing.

"Penerapan physical distancing hingga penggunaan masker sudah kami tugaskan kepada PD Pasar Tohaga, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Kesehatan dan Satpol PP, hingga mereka ini yang wajib memberikan sanksi apabila ada pelanggaran peraturan phisycal distancing," tutur Iwan.

Terkait masih adanya pedagang yang berjualan hingga sore hari padahal jam operasional pasar tradisional sesuai Perda Nomor 35 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proposional, Direktur Utama PD Pasar Tohaga Haris Setiawan menjelaskan bahwa yang masih berdagang itu bukan tanggung jawab jajarannya karena yang masih berdagang masuk kategori PKL dan diluar lahan Pasar Cisarua.

"Memang hingga sore ini  masih kelihatan ada pedagang yang masih buka dan karena itu diluar wilayah Pasar Cisarua, maka penertibannya merupakan tanggung jawab Satpol PP," jelas Haris. (Reza Zurifwan)