Kota Bandung Mulai Terapkan AKB, Ini Penjelasan Wali Kota

Kota Bandung Mulai Terapkan AKB, Ini Penjelasan Wali Kota
istimewa

INILAH, Bandung - Ketua Umum Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung, Oded M Danial mengatakan keputusan pemberlakuan adaptasi kebiasaan baru (AKB) bedasarkan kondisi di lapangan. Kasus virus corona saat ini, sudah mulai landai dan bahkan cenderung menurun.

Dia menegaskan, meski data menunjukan penurunan hal itu bukanlah karena Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berhenti melacak. Justru pengujian sebelumnya, dan yang masih berlangsung tetap gencar dilaksanakan bahkan sampai melebihi target.

"Pelaksanaan rapid test kita sudah mencapai 21.340 rapid test. Ini berarti Pemkot Bandung sudah mengetes 0,86% penduduk, melebihi standar 0,6%. Sedangkan pengetesan PCR sudah mencapai 0,42% atau 10.457 spesimen,” kata Oded.

Meski sudah melebihi target, dia memastikan, pemeriksaan tetap akan digencarkan. Terlebih kini 80 puskesmas se-Kota Bandung sudah bisa melakukan swab test atau lolymerase chain reaction (PCR) seiring kehadiran laboratoroium biosafety level-2 (BSL-2).

Dari laporan terbaru Oded mengungkapkan, penurunan data bukan hanya kasus positif cukup saja. Namun, juga angka reproduksi yang tetap bertahan di bawah angka satu.

“Hari ini tren kasus positif menurun dari 5,6 orang per hari menjadi 2,2 orang per hari. Angka reproduksi kita berada pada di 0,53 berdasarkan hasil perhitungan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat,” ucapnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, angka kesembuhan di Kota Bandung kini sebesar 62,98 persen. Data terbaru pertanggal 25 Juni ini mengalami peningkatan sebanyak 13,4 persen dari periode sebelumnya.

Angka kesembuhan ini juga berbanding lurus dengan menurunnya ruang perawatan yang dihuni di rumah sakit. Termasuk juga menurunnya tenaga kesehatan yang mulai meninggalkan rumah singgah lantaran sudah tidak lagi menangani pasien Covid-19.

Tempat tidur pada ruang isolasi di RS dan fasilitas lain terisi 118 tempat tidur (24,23 persen) dari total 487 tempat tidur. Angka tersebut menurun dari periode sebelumnya sebesar 32 persen.

"Jumlah ruang isolasi di rumah sakit kita juga masih sangat memadai,” ujar dia.

Atas pertimbangan inilah Oded memutuskan untuk mengakhiri pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proporsional dan mulai menerapkan AKB di Kota Bandung. (Yogo Triastopo)