Ketua Komisi D DPRD Kota Bandung Puas Pelaksanaan PPDB

Ketua Komisi D DPRD Kota Bandung Puas Pelaksanaan PPDB
ilustrasi

INILAH, Bandung – Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 memang telah usai beberapa waktu lalu. Sistem pendaftaran melalui media daring tersebut, nyatanya masih menjadi polemik di tengah masyarakat termasuk di Kota Bandung.

Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung Aries Supriyatna mengatakan, secara umum pelaksanaan PPDB saat ini berjalan lancar terlepas dengan adanya reaksi negatif dari sebagian masyarakat. Dia menjelaskan, sistem yang berjalan saat ini perdana dilakukan dan ditambah dengan situasi belum meredanya pandemi Corona Virus Disease-19 (Covid-19). Sehingga dibutuhkan proses panjang, untuk mendekati kesempurnaan yang diinginkan. Tetapi paling tidak sambung Aries, pihaknya sudah mengupayakan beberapa solusi agar proses PPDB berlangsung baik.

“PPDB sejauh ini menurut kami berjalan lancar. Kalau kita bicara sempurna, enggak ada sistem yang bisa dibuat manusia secara sempurna. Pasti ada kekurangan. Ini bagian dari proses kita untuk semaksimal mungkin, walaupun kita tahu enggak ada yang sempurna dan bisa bikin semua orang bahagia. Apalagi ini kan baru dilakukan tahun ini, dengan kondisi luar biasa yakni di tengah wabah Covid-19,” ujar Aries kepada INILAH, Jumat (26/6/2020) lalu.

“Secara umum, pemerintah maupun legislatif sudah berupaya seoptimal mungkin dalam menyusun sistem yang lebih baik daripada sebelumnya. Ditambah dengan kondisi sekarang ini. Sistem online ini kita upayakan, agar pendaftaran tidak terjadi kerumunan. Terus kita juga upayakan dengan meminta sekolah membantu masyarakat untuk mendaftarkan anaknya, walaupun dibuka ruang untuk mendaftar mandiri,” lanjutnya.

Fasilitas dengan meminta sekolah untuk membantu para siswa mendaftar, lanjut Aries sejauh ini terbukti cukup berhasil. Hampir 60% siswa SD dan SMP di Kota Bandung yang melakukan pendaftaran PPDB atas bantuan sekolah, sementara sisanya melakukan pendaftaran mandiri. Dia berharap, kekurangan yang terjadi saat ini dapat menjadi bahan evaluasi pemerintah dan pihaknya untuk membangun sistem pendidikan menjadi lebih baik di kemudian hari.

“Kalau dilihat dari angka, solusi dengan memberikan sosialisasi dan meminta sekolah memfasilitasi siswa untuk mendaftar, secara umum berjalan baik. Ini bisa dikonfirmasi ke Disdik. Kalau tidak salah hampir 60% dibantu sekolah dan itu merupakan salah satu solusi dari pemerintah untuk membantu masyarakat. Sisanya sekitar 40% yang mendaftar mandiri. Walaupun masih ada kekurangan, ya kita juga tidak menutup mata. Tetapi yang jelas ini juga menjadi bahan bagi kita untuk terus memperbaikinya agar sistem kita menjadi lebih baik nanti,” tandasnya. (Yuliantono)