Ribuan Kader PDIP Turun ke Jalan, Keukeuh Tempuh Jalur Hukum

Ribuan Kader PDIP Turun ke Jalan, Keukeuh Tempuh Jalur Hukum
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Ribuan Kader PDI Perjuangan Kota Bogor melakukan aksi damai konvoi kendaraan keliling Sistem Satu Arah (SSA) di sekitar Tugu Kujang, Sabtu (27/6/2020) siang wib.

Dalam orasiNYA para kader partai berlambang banteng itu, menuntut pihak Kepolisian mengusut tuntas pelaku pembakaran bendera PDI Perjuangan pada beberapa hari lalu.

Selain aksi damai sebelumnya pada Jum'at (26/6/2020) sore, kader PDI Perjuangan Kota Bogor juga melaporkan aksi pembakaran bendera partainya saat aksi tolak RUU HIP di gedung DPR RI beberapa waktu lalu.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, Atty Somaddikarya menegaskan bahwa tidak ada dalam diri kader partai berlambang banteng itu DNA komunis, tetapi yang ada nasionalis. PDI Perjuangan menghormati proses hukum yang adil, agar tidak terjadi perpecahan diantara anak bangsa.

"Ini aksi damai, seruan kami agar pelaku pembakaran bendera kami yang provokatif harus diusut tuntas. Kami menyatakan siap mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara RI, dan negara kesatuan Republik Indonesia," ungkap Atty pada Sabtu (27/6/2020) sore.

Sementara itu, Ketua DPC Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Kota Bogor, Banu Lesmana Bagaskara menegaskan, akan melawan oknum pemecah belah bangsa yang selalu menyebarkan fitnah kepada PDI Perjuangan.

"Kami akan melawan oknum pemecah belah bangsa yang membakar bendera partai dan selalu menebar fitnah yang ditujukan kepada kami," tuturnya.

Banu menjelaskan, bahwa kader PDI Perjuangan tidak akan terpancing dalam emosi atas insiden tersebut dan memercayakan sepenuhnya kepada hukum yang berlaku. Dijamin sepenuhnya memercayakan insiden pembakaran bendera partai beserta tuduhan PKI kepada DPP Partai. 

"Polri dan juga para penegak hukum untuk menindak pelaku dengan hukuman yang setimpal," jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPC PDIP Kota Bogor, Eko Okta mengatakan, dirinya mewakili PDI Perjuangan Kota Bogor datang ke Polresta Bogor Kota pada Jum'at (26/6/2020) sebagai penyampai aspirasi dari temen-temen PDI Perjuangan yang merasa resah dan marah lantaran PDI Perjuangan dituding PKI oleh kelompok yang aksi penolak RUU HIP di DPR belum lama ini. 

"Kedua mereka juga marah karena penyebutan Jokowi harus turun. Ketiga mereka juga marah soal pembakaran bendera. Sejauh ini PDI Perjuangan masih bisa mengukur diri, tidak anarkis dan tidak berbuat yang sifatnya destruktif dengan memilih menempuh jalur hukum.Intinya kami tetap sebagaimana amanat ketua umum PDI Perjuangan kami hanya menempuh jalur hukum, artinya kita tidak meluapkan emosi secara destruktif atau mungkin bersifat potensi anarkis, inilah jalan yang kami pilih, bentuk perlawanan kami terhadap ancaman-ancaman kami sebutlah kelompok kardun. Hal berbeda dari masa aksi yang di Jakarta kemarin itu banyak dari Kota Bogor," tegasnya.

Eko berharap, melalui proses ini menjadi pembelajaran politik agar kedepannya tidak mengusik hal-hal yang berbau konsitusi dan tidak asal menuduh PKI karena sama halnya dengan mencemarkan nama baik dan sudah masuk ke jalur hukum juga. 

"Kami mengecam atas pembekaran bendera itu. Ini sebenarnya hanya mengejar siapa pelaku pembakaran bendera partai. Untuk terkait RUU HIP kami tidak mempersoalkan aksi mereka yang ada di situ. Yang kami sesalkan dari kader PDI Perjuangan adalah pembakaran bendera partai tersebut, karena bendera partai tersebut adalah partai yang kami cintai," terangnya.

Sementara itu, Ketua Badan Bantuan Hukum Advokasi dan Rakyat (BBHAR) DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, Jupri Saragih menambahkan, dirinya mewakili BBHAR datang ke Polresta Bogor Kota dengan dasar pertama melihat adanya di media sosial baik itu whatsapp maupun facebook telah terjadi pembakaran bendera partai, yaitu bendera PDI Perjuangan yang dipimpin oleh Ketua Umum Ibu Megawati Soekarno Putri. Terkait permasalahan yang dilaporkan ke Polresta Bogor Kota adalah terkait pasal 156 yaitu tentang pengrusakan dan pencemaran lambang partai pada saat aksi. 

"Jadi yang kami tuntut adalah orang yang membakar bendera partai yang kami cintai agar segera diusut secara tuntas. Harapan kami semoga Polresta Bogor Kota dapat menindaklanjuti, negara kita ini negara hukum, oleh karenanya kami dari badan bantuan hukum menempuh secara hukum," pungkasnya.

Rizki Mauludi