Ini Reaksi Robert Alberts Soal Regulasi Pemain U-20 pada Lanjutan Liga 1

Ini Reaksi Robert Alberts Soal Regulasi Pemain U-20 pada Lanjutan Liga 1
Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts. (Muhammad Ginanjar)

INILAH, Bandung - Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts tanggapi wacana regulasi pemain U-20 pada lanjutan Liga 1 2020. Menurutnya peraturan itu tidak tepat. 

Robert mengatakan pada musim-musim sebelumnya, regulasi pemain muda sempat diterapkan. Namun kala itu bukan pemain U-20 melainkan pemain dibawah usia 23 tahun. 

"Beberapa tahun lalu ada regulasi yang mewajibkan setiap tim menurunkan pemain U-23. Dan semua tahu bahwa peraturan itu tidak bekerja dengan baik karena kami tidak bisa memaksakan pemain yang belum siap untuk tampil," tegas Robert saat dihubungi.

Pelatih asal Belanda ini memahami, penerapan itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas para pemain U-20. Sebab pemain yang berada di bawah usia 20 tahun itu akan menghadapi berbagai kejuaraan bersama tim nasional Indonesia. 

Namun kata Robert, regulasi itu tidak bisa dilakukan di Liga 1 lantaran setiap klub berkeinginan memainkan pemain yang benar-benar siap untuk meraih kemenangan. 

"Jika pemain tersebut sudah cukup siap, maka otomatis dia akan bermain," kata Robert.

Semisal, lanjutnya yang dialami Beckham Putra Nugraha. Persib bisa dengan leluasa memainkan pemain mudanya itu bukan karena untuk memenuhi regulasi, melainkan karena kesiapannya dalam menghadapi sebuah pertandingan bersama tim senior. 

"Dia (Beckham) sudah mulai bermain dengan tim senior dari musim lalu dan kami akan melanjutkan itu karena dia mempunyai kualitas. Tapi dia mungkin belum siap untuk bermain 90 menit di setiap laga di liga karena melihat kebutuhannya. Tetapi perkembangan talenta Beckham adalah prioritas karena kualitasnya," bebernya. 

Kondisi ini, lanjutnya akan berbeda dengan pemain Persib lainnya Erlangga Setyo yang juga terpanggil untuk menjalani pemusatan latihan bersama timnas Indonesia U-19. Pasalnya Erlangga merupakan pemain Persib U-18. 

"Dia (Erlangga) belum masuk dalam tim senior. Jadi jika kami menempatkan dia (di tim senior) dan memaksakannya untuk bermain di Liga Indonesia, kami tidak bisa mengembangkan permainannya. Kenapa? karena dia secara fisik dan mental belum siap untuk menghadapi kompetisi level tertinggi Indonesia," jelasnya.

Robert memastikan sangat mendukung timnas Indonesia. Namun tidak tepat jika regulasi pemain U-20 diterapkan di Liga 1 2020 yang akan digelar September atau Oktober mendatang. 

"Saya ada di posisi mendukung tim nasional untuk melakukan persiapan timnas menghadapi Piala Dunia U-20. Saya juga ingin membantu timnas melalui pengalaman saya ketika bekerja di Korea Selatan ketika Piala Dunia 2002. Ketika liga berhenti untuk melakukan persiapan bersama tim nasional untuk Piala Dunia, itu artinya pemain dalam konsentrasi yang tinggi untuk menghadapi Piala Dunia bersama tim nasional, bukan bersama klub," pungkasnya.(Muhammad Ginanjar)