Robert Alberts Soroti Kompetisi Untuk Pemain Muda di Indonesia

Robert Alberts Soroti Kompetisi Untuk Pemain Muda di Indonesia
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts soroti kompetisi untuk pemain muda di Indonesia. Tujuannya untuk mengembangkan kualitas para pemain muda. 

Saat ini, Robert menilai kejuaraan untuk pemain muda tidak berjalan cukup baik. Bahkan ketika dipromosikan, para pemain itu masih belum cukup menunjukan permainan terbaiknya.

Seperti yang terjadi pada seorang penggawanya Mario Jardel. Pelatih asal Belanda ini tak memungkiri bahwa pemilik nomor punggung 66 itu merupakan pemain potensial hingga dipromosikan musim 2019 lalu. 

"Tapi bagi dia untuk mengambil posisi tempat utama di dalam tim, kami harus sangat adil. Apakah dia bisa menggantikan peran pemain misal Wander (Luiz) atau Geoffrey (Castillion), saya rasa jawabannya cukup jelas, Mario belum berada di level yang setara dengan mereka," kata Robert saat dihubungi.

Robert menganggap Mario Jardel belum siap untuk bermain sebagai pemain inti. Sementara Robert berkeinginan menurunkan pemain yang benar-benar siap dan sesuai dengan kebutuhan tim. 

"Jadi hal yang paling tepat untuk Mario adalah dia harus lebih dulu mengembangkan kemampuannya di Liga 2 atau Liga 3 agar bisa tampil laga demi laga," tuturnya.

Pelatih berusia 64 tahun ini mengatakan bahwa kondisi ini merupakan sebuah permasalahan yang kerap terjadi di setiap klub Indonesia. Banyak pemain yang usianya sudah di atas tim kelompok usia dan tidak punya kesempatan untuk bermain.

"Karena di sini juga tidak ada kelanjutan liga untuk pemain muda. Sistemnya seharusnya pemain muda yang punya talenta tapi belum bermain di liga kasta tertinggi mengembangkan dirinya di Liga 2 dan Liga 3, seperti bermain di tim satelit," katanya.

Sehingga lanjutnya, para pemain seperti Mario Jardel bisa mendapatkan menit bermainnya di setiap akhir pekan. Kualitasnya dalam mengolah si kulit bundar pun semakin dikuasai. 

"Dan dia bisa mulai memupuk kepercayaan diri, membangun kekuatan dan terbiasa dengan ritme bermain tiap pekan. Dari sana pemain akan mulai membentuk mentalnya untuk bermain setiap pekan bersama tim level tertinggi yang kebutuhannya harus terus menang di tiap pertandingan," pungkasnya. (Muhammad Ginanjar)