Deteksi Dini Anak Berkebutuhan Khusus, Guru PAUD Dapat Pelatihan PKM Unisba

Deteksi Dini Anak Berkebutuhan Khusus, Guru PAUD Dapat Pelatihan PKM Unisba
istimewa

INILAH, Bandung - Sebagai salah satu usaha mengabdikan dirinya kepada masyarakat, melakukan pelatihan deteksi dini anak berkebutuhan khusus pada guru-guru di enam sekolah pendidikan anak usia dini (PAUD) yang terletak di Kelurahan Tamansari, Kota Bandung.

Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat (PKM) Universitas Islam Bandung (Unisba) yang dilakukan tim dosen ini dilatarbelakangi kemampuan para siswa dalam mengikuti setiap proses pembelajaran di sekolah. Tidak semua siswa dapat dengan mudah menyerap materi-materi dalam kegiatan belajar. 

Hal ini berkaitan dengan kondisi perkembangan fisik dan mental siswa yang tidak optimal atau terhambat karena terkena pengaruh lingkungan. Terdapat juga siswa yang sudah lahir dengan kondisi fisik dan mental tertentu sehingga tergolong dalam siswa berkebutuhan khusus.

Permasalahan ini membuat tim dosen Unisba berinisiatif untuk melakukan pelatihan kepada setiap guru sekolah PAUD, karena memerlukan pendeteksian sedini mungkin untuk mengetahui anak dengan kebutuhan khusus agar nantinya dapat dilakukan penanganan yang tepat.

“Jika guru PAUD dapat dengan segera mengetahui siswa yang terhambat perkembangannya atau siswa yang berkebutuhan khusus tersebut, maka hal ini mampu untuk mengoptimalkan perkembangan anak dalam mengikuti proses pembelajaran karena bisa ditangani dengan cepat”, ujar Ketua Tim PKM Unisba Temi Damayanti Djamhoer, Minggu (28/6/2020).

Dia mengatakan, dilihat dari kenyataan yang terjadi di lapangan para guru PAUD masih banyak yang mengalami kesulitan dalam mengenali anak berkebutuhan khusus dengan berbagai karakteristiknya dan kesulitan mengenali anak-anak yang mengalami hambatan dalam perkembangan sehingga anak-anak berkebutuhan khusus baru teridentifikasi setelah ia mengikuti tingkat pendidikan Sekolah Dasar.

Fenomena ini muncul salah satunya di wilayah kelurahan Tamansari, tenaga pendidik di instansi PAUD masih belum memiliki kompetensi untuk mendeteksi dini anak berkebutuhan khusus. Menurut Tim PKM ini, hal tersebut dikarenakan adanya keterbatasan dalam strata pendidikan PAUD.

"Tim PKM ini melihat kondisi sekolah-sekolah PAUD yang ada di Kelurahan Tamansari, dari situlah dapat diketahui adanya 6 sekolah yang memiliki fasilitas sangat terbatas dengan kondisi siswa yang umumnya berasal dari sosial ekonomi menengah ke bawah," imbuh Temi.

Tim PKM menemukan berbagai kondisi anak yang menunjukkan indikasi berbagai gangguan perkembangan, khususnya anak dengan masalah konsentrasi, komunikasi, bahasa maupun masalah perilaku. Dari berbagai kasus anak berkebutuhan khusus yang muncul, mereka tidak bisa mendapatkan penanganan yang jelas dikarenakan tidak terdeteksi oleh gurunya, sehingga masalah akan semakin kompleks seiring waktu berjalan. 

Dia menambahkan, kegiatan PKM ini ditujukan kepada guru-guru PAUD di Kelurahan Tamansari Kota Bandung, yang memfokuskan tentang pemberian pelatihan deteksi dini terhadap anak berkebutuhan khusus. Program yang dilakukan yakni penyusunan modul pelatihan, lalu melaksanakan pelatihan dengan memberikan materi di kelas, menndorong guru untuk melakukan latihan mandiri di sekolah, dan juga melaksanakan visitasi untuk mengevaluasi penerapan pengetahuan hasil pelatihan.

"Diharapkan dengan adanya program- program dari tim PKM ini dapat menjadi langkah yang tepat agar perkembangan anak berkebutuhan khusus dapat ditangani dengan baik, dan dapat menghindari keterbatasan anak tersebut dalam berkembang," tambah Temi. (Okky Adiana)