Pindad Dorong Perajin Senapan Angin Menjadi Pengusaha Mandiri

Pindad Dorong Perajin Senapan Angin Menjadi Pengusaha Mandiri
istimewa

INILAH, Bandung - Sebagai BUMN yang bergerak di bidang industri pertahanan dan manufaktur, PT Pindad melalui Biro Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) telah mendukung pemberdayaan sekitar 500-an UMKM hingga 2020. Salah satunya yakni UMKM perajin senapan angin rumahan yang tersebar di berbagai wilayah seperti diantaranya Cipacing, Cikeruh, dan Cinunuk di Kabupaten Sumedang dan Bandung. 

WS Sekretaris Perusahaan Pindad Kaka T Rohana mengatakan, melalui program kemitraannya Pindad berupaya untuk meningkatkan kemampuan UMKM agar menjadi lebih tangguh dan mandiri. 

"Program kemitraan disalurkan dalam bentuk pinjaman bunga sangat ringan untuk membiayai modal kerja mereka dalam rangka meningkatkan produksi sehingga nantinya pengrajin tersebut bisa beralih status dari perajin menjadi pengusaha mandiri," katanya, belum lama ini.

Melalui program kemitraan, PKBL Pindad memberikan program dana bergulir berupa pinjaman modal kerja untuk pembiayaan produksi mereka. Bantuan tersebut sangat berdampak langsung terhadap perkembangan usaha mitra binaan itu sendiri baik dari segi ekonomi maupun tingkat kesejahteraan wilayahnya. Di samping mendapatkan bantuan pinjaman modal kerja, mereka juga mendapat pembinaan dalam bentuk pelatihan teknik, manajemen, teknik pembukuan sederhana, awareness keselamatan dan kesehatan kerja (K3), hingga pemasaran. 

Menurutnya, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki kontribusi sebesar 60,3% dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Apalagi dengan jumlah UMKM yang kini mencapai 64,2 juta unit, sendi utama perekonomian nasional itu mampu menyerap 97% dari total tenaga kerja dan 99% dari total lapangan kerja. Di masa transisi pandemi Covid-19 ini diperlukan banyak dukungan agar sektor UMKM kembali mengeliat. 

Saat ini Pindad juga tengah memberikan bantuan peningkatan status usaha dari kelompok perajin senapan angin menjadi pengusaha kecil yang mempunyai merk dagang untuk pemberdayaan lebih lanjut. Selanjutnya akan dijajaki pendampingan terkait paten produk. Pindad juga telah memberikan bantuan APD, sepatu, media publikasi seperti spanduk dan banner K3 serta pembinaan manajemen operasi.

Selain perajin senapan angin, Pindad juga bersinergi dengan mitra binaanya di Ciwidey, Kabupaten Bandung memproduksi aksesoris tambahan pada Ranpur Anoa seperti sekop, balincong dan kapak standar TNI pada body kendaraan tempur. UKM binaan ini selain mendukung produk Pindad juga memproduksi berbagai macam golok, pisau, clurit, cangkul, linggis dan berbagai jenis alat pertanian lainnya. Selain itu juga terdapat UMKM lainnya seperti pengrajin olahan berbahan dasar kulit seperti jaket, tas, dompet, ikat pinggang, dan lain-lain yang berada di wilayah Garut.
 
Undang Rahmat (50), perajin senapan angin di Cinunuk telah dibina Pindad sejak pasca krisis moneter hingga saat ini. 

"Alhamdulillah sejak sekitar 1999 setelah krisis moneter dulu kami sangat terbantu dengan pinjaman modal kerja yang cicilannya ringan. Saat ini bisa meraup omset hingga 150 juta per bulannya untuk servis, pembuatan senapan angin dan pengisian anginnya," ujar Undang.

Selain itu, Asep Edi (47) perajin senapan angin di Cipacing telah bermitra dengan Pindad selama 9 tahun dan terbantu dalam mengembangkan bisnisnya. 
"Kami membuat berbagai komponen hingga senapan angin sangat terbantu perkembangannya hingga saat ini karena Cicilan pinjaman modalnya sangat ringan bisa menghidupi 14 orang karyawan," ujar Asep Edi. (*)