Masih Tak Percayakah pada Rizki tak Terduga?

Masih Tak Percayakah pada Rizki tak Terduga?

DALAM al-Qur'an, kita dapatkan beberapa ayat yang menyebut adanya rizki yang Allah berikan kepada hamba yang dikehendakiNya dengan cara yang tidak diduga dan disangka. Mereka yang menuhankan sebab yang nyata seperti kerja dan warisan, banyak yang tidak percaya akan jenis rizki "min haitsu laa yahtasib" ini.

Ketidakpercayaan akan adanya keajaiban rizki sungguh menjadi salah satu sebab manusia bersikap pesimis dan bahkan apatis. Sikap seperti ini tentu bukanlah sikap yang dipuji oleh Islam, bahkan dicela.

Di Tanzania, Allah takdirkan sesuatu yang menghebohkan yang membuat banyak mata terbelalak setengan tak percaya namun nyata. Seorang pria berusia 52 tahun bernama Saniniu Laizer mendadak kaya dalam semalam. Lelaki ini adalah ayah dari 30 anak, pekerja yang biasa-biasa saja, sederhana. Menghidupi 30 orang anak bukanlah hal yang mudah. Namun inilah takdir yang Allah tentukan baginya, yakni kemudahan membuat anak.

Benar kata banyak orang kuno bahwa "banyak anak banyak rizki" dan bahwa "rizki itu di tangan Tuhan." Saniniu bekerja sebagaimana lazimnya orang lain bekerja. Dia adalah salah seorang tukang batu di daerahnya. Minggu kemarin, saat dia bekerja, terjadiah keajaiban yang membuatnya kaya mendadak; dia menemukan dua buah batu besar yang sangat aneh seberat kurang lebih 15 kg. Dibawanya batu itu ke rumah saat dia pulang.

Esok paginya dunia gempar setelah tahu bahwa dua bongkah batu itu adalah batu mulia Tanzanite yang sangat mahal harganya dan jarang adanya. Dilaporkanlah penemuan ini ke pihak yang yang berwenang di pemerintahan. Singkat cerita, dijuallah batu dan laku dengan harga kira-kira 3,4 juta US Dollar. Uangnya diserahkan kepadanya pada 22 Juni lalu. Menarik, bukan.

Saya tak hendak bercerita tentang bagaimana dan untuk apa uang itu digunakan. Ada kisah panjang tersendiri. Yang pasti, rizki tak terduga itu ternyata memang ada. Melakukan hal biasa, menghasilkan hal luar biasa. Begitulah kalau Allah punya mau. Saniniu menjadi perbincangan di mana-mana. Beberapa orang ingin meniru jalan hidupnya, menjadi tukang batu dan membuat anak sebanyak 30 orang. Hahaa.... Selamat pagi saudaraku dan sahabatku. Salam, AIM. [KH Ahmad Imam Mawardi]