Siapa Minat Jadi Jurnalis Kampus?

Siapa Minat Jadi Jurnalis Kampus?
Unit Pers Mahasiswa (UPM UPI). (okky adiana)

INGIN mengetahui isu-isu terbaru seputar kampus UPI? Tengoklah isolapos.com. ini adalah media internal kampus UPI yang dikelola langsung oleh sejumlah mahasiswanya yang tergabung dalam Unit Pers Mahasiswa (UPM UPI).

Untuk memperkaya ilmu, wawasan dan pengalaman, sebetulnya banyak cara yang bisa dilakukan oleh mereka yang berstatus sebagai seorang mahasiswa. Salah satunya adalah dengan berorganisasi.

Dengan aktif berorganisasi, mahasiswa tak hanya mendapatkan ilmu dan pengalaman sesuai dengan minat dan bakat yang mereka pilih, hal yang tak kalah pentingnya adalah, mereka juga bisa mengetahui seluk beluk cara berorganisasi yang baik dan benar dilingkungan kampus tercintanya.

Salah satu organisasi kemahasiswaan yang banyak dipilih mahasiswa adalah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Ya, organisasi ini seolah menjadi primadona bagi mereka untuk belajar dan menggali ilmu non-akademik atau diluar perkuliahan mereka.

Hal seperti inipun, rupanya banyak dilakukan oleh sejumlah mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Kampus yang berlabel pendidikan ini, memiliki puluhan UKM yang bisa dipilih oleh mahasiswanya. Salah satunya adalah, Unit Pers Mahasiswa (UPM UPI).

"UPM ini berdiri pada 1987 lalu, kita fokus di bidang jurnalistik," kata Pemimpin Umum UPM UPI, Muhammad Syahid Syawahidul Haq (22), kepada INILAHKORAN Rabu (29/6/2020).

Dia mengatakan, UPM UPI memiliki sejumlah agenda kejurnalistikan yang sangat menarik. Mulai dari Diskusi Setiap Kamis (Dikitikam), rapat redaksi online, Bincang Isola dan lainnya. Kegiatan Ditikam misalnya, setiap kali berkumpul, anggota atau pengurus diwajibkan memiliki sebuah isu untuk kemudian didiskusikan di dalam forum.

"Isunya bebas. Mau itu isu kampus, misal, kajian UKT, kebijakan kampus, isu jurusan, isu nasional dan lainnya," ujar Syahid.

Sementara Bincang Isola lanjut dia, pihaknya selalu mengundang sejumlah narasumber yang berkompeten di bidangnya. Dalam kegiatan ini pihaknya akan membahas isu-isu pendidikan yang bisa memberikan informasi baru bagi anggotanya. "Kegiatan ini kita lakukan sebulan sekali," singkatnya.

Dia menambahkan, selain media online, UPM UPI juga memiliki media cetak dalam format majalah yang bernama Isola Pos. Berbeda dengan media online, majalah ini terbit setiap tiga bulan sekali.

Layaknya sebuah media umum atau media mainstream, Majalah Isola Pos menghadirkan sejumlah konten yang cukup menarik. Mulai dari Rubrik Isola, Rubrik Bincang, Rubrik Mahasiswa, Zoom (foto), budaya dan lainnya.

"Kita memiliki 34 halaman. Isinya ya tentang isu-isu kampus yang menarik dan terbitnya kita bikin minimal 700 eksemplar untuk dibagikan ke temen-temen mahasiswa UPI," ucapnya.

Sebagai catatan, UPM setia menjadi salah satu pengawal demokrasi melalui penerbitan Surat Kabar Mahasiswa Isola Pos dalam bentuk tabloid. Bentuk ini kemudian bertransformasi menjadi majalah pada awal dekade 2000 hingga sekarang.

Sejak 2005, UPM merambah dunia online dengan meluncurkan portal Isola Pos Online. Kini, lebih dari 15 tahun setelah surat kabar Isola Pos terbit, mereka memantapkan diri untuk fokus pada pengembangan media digital atau isolapos.com.

Menurutnya, berorganisasi di lingkungan kampus, tentu akan mendapatkan manfaat dan pengalaman yang luar biasa. Mahasiswa tak hanya mendapatkan ilmu tentang kejurnalistikan saja, lebih dari itu mereka juga bisa belajar berorganiasi, belajar menulis, menggali isu, mengeluarkan ide-ide kreatifnya dalam bentuk tulisan.

"Sampai saati ini jumlah anggotanya sekitar 25. Kalau saya lihat ketertarikan mahasiswa lumayan bagus, beberapa jurusan yang ada di UPI juga mereka bikin pers himpunan. Ini membuktikan mereka cukup antusias," imbuhnya.

Dia berharap, ke depan UPM UPI tetap menjadi corong informasi di kampus UPI. Selain itu, untuk anggotanya, bisa menjadi mahasiswa yang kritis dan budaya membaca serta menulisnya jauh lebih baik lagi. "Semoga bermanfaat bagi semuanya," tambah Syahid. (okky adiana)