Swab Test atau Rapid Test? Ini Pilihan Dokter Persib

Swab Test atau Rapid Test? Ini Pilihan Dokter Persib
ilustrasi/bambang prasethyo

INILAH, Bandung - Dokter Persib, Mochamad Rafi Ghani menunjukan keberatannya mengenai protokol kesehatan yang harus dilakukan setiap klub saat menghadapi lanjutan Liga 1 2020 Oktober mendatang.

Pasalnya PSSI melalui Ketua Umum, Mochamad Iriawan hanya menganjurkan setiap klub untuk mengadakan rapid test sebelum melakoni pertandingan. 

Menurut Rafi, seharusnya PSSI menerapkan aturan kepada setiap klub untuk melakukan swab test atau dengan metode PCR (Polymerase Chain Reaction). 

"Mengapa saya tidak setuju, karena ada seorang atlet saya yang pada bulan Maret terpapar Covid-19 dengan pemeriksaan PCR dan setelah melakukan isolasi mandiri, sembuh dengan sendirinya," ungkap Rafi di Stadion Persib (Sidolig), Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Senin (29/6/2020). 

Artinya kata Rafi, pemainnya itu sudah terbentuk anti body. Sehingga jika dilakukan rapid test, kemungkinan besar akan kembali positif karena pemeriksaan rapid test yang dilakukan hanya untuk mengetahui anti body didalam tubuh seseorang. 

"Jadi mungkin poin ini sangat merugikan buat tim saya Persib Bandung," bebernya. 

Rafi mengaku usulan ini sudah dikoordinasikan dengan dokter PSSI. Rencananya dalam waktu dekat akan mengadakan pertemuan untuk membahas mengenai protokol kesehatan yang harus dilakukan setiap klub. 

"Jadi, salah satu usulannya kemungkinan untuk memulai kompetisi, kita melakukan pemeriksaan swab test dan setelah dilakukan itu untuk berikutnya kita ikuti protokol kesehatan yang baik," jelasnya.(Muhammad Ginanjar)