Polisi Ciduk Pelaku Pengeroyok Petugas Parkir RSUD Al Ihsan

Polisi Ciduk Pelaku Pengeroyok Petugas Parkir RSUD Al Ihsan
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bandung menciduk dua orang pelaku penganiayaan terhadap petugas parkir di RSUD Al Ihsan Baleendah Kabupaten Bandung. Kedua pelaku yang masing masing berinisial AS dan A itu mengeroyok korban dan membacok tiga jari tangan putus.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan menuturkan, kronologis kejadian bermula saat tiga sepeda motor melintasi portal parkir RSUD Al Ihsan. Namun diduga hanya satu kendaraan yang membawa tiket, sedangkan dua lainnya tidak dan mencoba langsung pergi agar tidak membayar parkir.

Dikatakan Hendra, para tersangka memang ada keperluan di ke RSUD Al-Ihsan. Namun saat khendak meninggalkan rumah sakit, mereka enggan membayar biaya parkir hingga akhirnya palang parkir mendadak turun karena sistem dan menimpa salah satu tersangka.

"Jadi tiga kendaraan roda dua yang mau keluar itu, yang satu bawa tiket lewat, yang kedua juga lewat, nah saat motor yang ketiga mau lewat berbarengan portalnya itu turun dan menyebabkan penumpangnya terbentur besi portal hingga jatuh," Kata Hendra di Soreang, Senin (29/6/2020).

Hendra melanjutkan, karena palang portal tersebut membentur tersangka hingga jatuh, timbul kekesalan hingga memicu tersangka marah kemudian mengejar korban dan melakukan penganiayaan.

"Jadi saat kejadian bersamaan di belakangnya ada beberapa mobil yang juga mengantre untuk keluar dari RSUD. Nah, yang melakukan adalah penumpang dari mobil  yang ada di belakangnya. Sudah kami amankan ada dua orang, tapi masih ada beberapa yang harus ditindak lanjuti. Perbuatan mereka adalah mengejar, mengeroyok penjaga parkir ini hingga mengakibatkan jari tanganya putus akibat sabetan senjata tajam,"ujarnya.

Kejadian penganiayaan ini terekam oleh kamera pengawas atau CCTV. Rekaman CCTV itu pun yang beredar di media sosial hingga viral, dan tersangka kedapatan memperlihatkan senjata tajam

"Dari situ (rekaman CCTV) kami lihat bahwa mereka hanya satu yang membawa karcis dan berarti yang lainnya tidak mau bayar parkir. Kemudian tiba-tiba portalnya turun, ternyata yang di belakang itu (pengendara Mobil) masih rombongan sehingga mereka mengejar korban menggunakan senjata tajam dan mengakibatkan tiga jari korban putus," katanya.

Saat tahu aksinya viral di media sosial, kata Hendra, para tersangka melarikan diri ke Cidaun, Kab. Cianjur. Saat tempat persembunyian mereka diketahui, mereka sempat melakukan perlawan. Akhirnya, polisi pun 'menghadiahi' timah panas di kaki mereka.

"Kami tekankan, negara tidak boleh kalah oleh pelaku premanisme seperti ini, memaksakan kehendak. Kami masih lakukan proses penyelidikan. Kami tidak melihat siapapun yang melakukan tindakan premanisme arogan kepada masyarakat, akan kita tindak lanjuti,"katanya.

Dalam video tersebut terlihat jelas pengeroyokan dilakukan oleh lebih dari dua tersangka. Maka dari itu, Hendra memastikan masih ada kemungkinan penambahan tersangka dalam kasus ini.

"Saat ini kita masih mendalami dan mencari peran masing-masing dari kelompok ini,"ujarnya.

Hendra mengatakan, senjata tajam ini memang telah ada di kelompok tersebut dan di simpan di salah satu kendaraan roda empat.

"Memang betul senjata tajam ini di simpan di kendaraan yang digunakan kelompok orang ini yaitu dikendaraan ketiga di kendaraan roda empat," katanya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 170 KUHP ayat 2 dengan ancaman 9 tahun penjara. (Dani R Nugraha)