Dipimpin Orang Kurang 'Waras', Ade Berharap PT PPE Bisa Bersaing dan Maju

Dipimpin Orang Kurang 'Waras', Ade Berharap PT PPE Bisa Bersaing dan Maju
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Walaupun mengaku tidak akan memberikan tambahan modal dalam waktu dekat, Bupati Bogor Ade Yasin tetap berharap PT Prayoga Pertambangan Energi (PPE) bisa bersaing dan maju.

Harapan bisa  bersaing dan maju itu dianggap bisa terwujud oleh ibu dua orang anak ini, karena menurut Ade Yasin setelah terus merugi bahkan bangkrut hingga ditinggal oleh direksi dan karyawannya, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini sekarang dipimpin orang kurang 'waras' yaitu Agus Setiawan.

"Agus Setiawan ini teman saya yang kurang 'waras' namun biasanya orang seperti ini bakal maju, kita menunggu ide-ide gilanya agar PT PPE yang ketika ditinggalkan oleh para direksi, mesin-mesinnya maupun alat beratnya dalam keadaan rusak, tidak ada uang dan lainnya hingga mengalami kerugian besar bisa bersaing dan maju," ujar Ade ketika ditemui wartawan usai meresmikan produksi Mesin Asphalt Mixing Plant (AMP) dan Quary Gunung Bitung  di Desa Citaringgul Babakan Madang, Senin (29/6/2020).

Dia menjelaskan, alasan PT PPE bisa bersaing dan maju karena melihat banyaknya usaha tanbang ilegal yang maju, sementara perusahaan ini milik pemerintah daerah.

"Perusahaan tambang ilegal aja bisa maju, masa PT PPE yang milik pemerintah daerah dan dimodali malah tidak bisa. Saya yakin kalau dikelola dengan benar maka PT PPE bisa bersaing dan maju," jelasnya.

Agar PT PPE ini bisa bersaing dan maju, Ade menghimbau agar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait dan pihak lainnya untuk menggunakan aspal, batu split, semen putih dan lainnya yang merupakan produk PT PPE.

"Saya sudah memberikan himbauan agar SKPD terkait menggunakan aspal, batu split, semen putih dan lainnya untuk digunakan oleh SKPD terkait hingga duit Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) balik lagi menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD), kenapa kita harus beli aspal atau bahan tambang lainnya keluar daei Kabupaten Bogor, padahal di Bumi Tegar Beriman ada produknya," sambung Ade.

Agar terus berkembang, Ade meminta PT PPE untuk menjadi usaha yang "Palu Gada" (apa yang lu mau, gue ada) terutama yang terkaitan dengan usaha tambang maupun energi.

"Namanya saja Prayoga Pertambangan Energi hingga BUMD ini saya minta mengembangkan unit usahanya seperti pasir, beton dan lainnnya hingga layak dijuluki usaha Palu Gada. Saya siap 'dorong' terus usaha PT. PPE ini dan kalau sudah membuktikan menghasilkan PAD dan stabil, maka baru saya akan kasih tambahan modal," pintanya.

Ditemui ditempat yang sama, Direksi PT PPE Agus Setiawan mengaku tidak berharap diberikan tambahan modal dari pemerintah daerah, karena dengan modal pribadi sebesar Rp1 miliar usaha ini akan segera menghasilkan pundi-pundi keuntungan.

"Dengan modal Rp1 miliar untuk memperbaiki AMP, alat berat hingga untuk membayar pegawai, maka sebentar lagi kita bisa memproduksi aspal dan batu split sebesar 20 ton perhari dan 10 ribu ton perhari. Target kami hingga akhir tahun ini kita bisa menghasilkan keuntungan kasar sebesar Rp8 miliar konsolidatif atau lebih dari Rp4 miliar PAD bersihnya," ucap Agus.

Ia melanjutkan pada Juli atau Agustus mendatang, bertempat di Kantor PT PPE di Kecamatan Gunung  Putri, jajaranya akan mengembangkan usaha produksi semen putih atau mortal. 

"Saya siap berpikir untu tidak berpikir konvensional dan mewujudkan usaha yang Palu Gada sesuai arahan Bupati Ade Yasin," lanjutnya. (Reza Zurifwan)