Terdepan Zona Hijau, Emil Minta Kota Sukabumi Riset Pembukaan Sekolah

Terdepan Zona Hijau, Emil Minta Kota Sukabumi Riset Pembukaan Sekolah
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Antara Foto)

INILAH, Bandung- Kota Sukabumi menjadi daerah pertama di Jawa Barat yang telah mengantungi status zona hijau Covid-19. Sementara kabupaten kota lainnya di Jawa Barat masih akan dievaluasi.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, dengan status hijau tersebut maka Kota Sukabumi sudah dapat melaksanakan adaptasi kebiasaan baru (AKB). Selain itu, sudah bisa menyelenggarakan kegiatan pendidikan di sekolah kembali, namun dengan beberapa persyaratan.

"Kami izinkan Kota Sukabumi untuk persiapan protokol sekolah karena sesuai aturan, kalau sudah zona hijau, kita boleh melakukan persiapan untuk sekolah secara fisik, dengan protokol yang sangat ketat," ujar Ridwan kamil, Senin (26/6/2020).

Adapun zona hijau ini ditetapkan lantaran Kota Sukabumi berhasil memproses semua indikator penyebaran Covid-19 menjadi lebih terkendali, mulai dari angka laju ODP, laju PDP, laju kasus positif, laju kematian, laju kesembuhan, laju reproduksi Covid-19, laju transmisi, laju pergerakan lalu lintas dan manusia, dan risiko geografis.

"Saya ucapkan selamat kepada gugus tugas, Wali Kota, dan masyarakat Kota Sukabumi yang berhasil meningkatkan semua indeks-indeksnya yang ada sembilan itu, sehingga menjadi wilayah pertama yang menjadi zona hijau versi penilaian gugus tugas kami," katanya.

Emil -sapaan Ridwan Kamil-, meminta Kota Sukabumi untuk segera melakukan riset terkait pembukaan sekolah kembali seperti yang telah dilakukan oleh beberapa negara, sebut saja Korea selatan dan Prancis. Dia berharap pembukaan kegiatan belajar mengajar di sekolah tidak menimbulkan cluster penularan COvid-19 baru.

Sementara di daerah lainnya, dia mengaku, sejauh ini masih di zona biru dan kuning. Zona kuning artinya ditemukan kasus Covid-19 pada kluster tunggal sehingga diperlukan pengetatan pembatasan sosial, sementara zona biru berarti ditemukan kasus Covid-19 secara sporadis baik imported case atau penularan lokal.

Di sisi lain, ada pula beberapa wilayah yang turun dari zona biru ke kuning.Menurut dia, penurunan atau kenaikan status ini memberikan pelajaran kepada siapapun bahwa penanganan Covid-19 ini tidak boleh main-main. Kewaspadaan tidak boleh turun lagi walau statusnya sudah menjadi zona biru

"Belum bisa kami umumkan karena kami akan melakukan rapat dulu dengan walikota dan bupati terkait ini. Mungkin besok lusa baru saya umumkan ya yang mana, tapi terlalu banyak lah," katanya.(riantonurdiansyah)